Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budaya Pacuan Kerbau Makepung Disandingkan dengan Polo Berkuda oleh Pemkab Jembrana

📅 Minggu, 11 Agu 2024, 17:35 WIB | Oleh:
Budaya Pacuan Kerbau Makepung Disandingkan dengan Polo Berkuda oleh Pemkab Jembrana Doc: ANTARA/Gembong Ismadi
Ket. Para peserta mengikuti Makepung Jembrana Cup di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu (11/8/2024) yang dilaksanakan serangkaian HUT Kota Negara Ke-129.

NEGARA, BALI - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali akan menyandingkan budaya pacuan kerbau makepung dengan polo berkuda di daerah tersebut.

"Akan ada lapangan polo berkuda di wilayah Gilimanuk. Saya akan komunikasi dengan investor agar makepung bisa diikutkan dalam olahraga itu," kata Bupati Jembrana I Nengah Tamba, saat membuka Lomba Makepung Jembrana Cup di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu.

Dia mengatakan sebagai budaya atraksi yang hanya ada di Kabupaten Jembrana, pacuan kerbau makepung bisa disandingkan dengan polo berkuda, sehingga ada kolaborasi dan harmonisasi antara budaya tradisional dan modern.

"Apalagi peserta polo berkuda bisa dari berbagai negara. Hal itu menjadi momen yang efektif untuk mengenalkan budaya lokal Jembrana," katanya.

Dia yang akan bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, karena berjanji akan membawa makepung bisa tampil saat turnamen polo berkuda.

Kepada stafnya dia memerintahkan untuk membuat video makepung yang akan dia presentasekan kepada Prabowo

Selain akan berusaha menyandingkan makepung dengan polo berkuda, dia juga menyinggung sirkuit tradisional pacuan makepung yang potensial hilang karena pemukiman.

Menurut dia, jalan sekitar areal persawahan yang biasanya digunakan untuk arena sirkuit makepung, seiring waktu akan hilang karena munculnya pemukiman warga.

"Yang jelas kalau sudah jadi pemukiman, warga pasti minta jalan itu diaspal. Kalau sudah diaspal, tidak bisa lagi digunakan untuk sirkuit makepung," katanya.

Karena prediksi lima sampai sepuluh tahun lagi sirkuit tradisional makepung akan hilang, pihaknya sudah membangun Sirkuit All In One di Desa Pengambengan sebagai gantinya.

Dengan adanya lahan yang dilengkapi sirkuit makepung itu, katanya, kelompok atau sekaa makepung memiliki lokasi permanen untuk latihan maupun menggelar lomba.

"Karena makepung adalah tradisi dan budaya khas Kabupaten Jembrana. Keberadaannya harus kita lestarikan, termasuk dengan menyediakan sirkuit permanen," katanya.

Keinginan Pemkab Jembrana untuk menyandingkan makepung dengan polo berkuda, juga menjadi harapan kelompok makepung di daerah tersebut.

Koordinator Makepung Jembrana Made Mara mengatakan dengan diikutsertakan saat kegiatan polo berkuda, citra makepung juga ikut terangkat.

"Pecinta polo berkuda biasanya golongan menengah ke atas. Kalau makepung yang merupakan budaya petani ini bisa ikut tampil, akan bagus sekali," katanya.

Pihaknya berharap, makepung bisa dijual saat kegiatan polo berkuda, sehingga selain mengenalkan budaya pacuan kerbau tersebut, bisa menambah penghasilan kelompok makepung untuk kebutuhan memelihara kerbau dan lain-lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.