Berpatokan Kalender Adat, Petani Badui Mulai Garap Pertanian Ladang Padi Huma
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 14:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LEBAK – Sejak sepekan terakhir ini petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sudah mulai menggarap pertanian ladang padi huma yang berpatokan pada kalender adat.
"Kami hari ini membuka hutan berjalan lancar untuk pertanian ladang padi huma dan tanaman palawija," kata Santa (55), salah seorang petani Badui di Blok Cicuraheum Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Rabu (30/7).
Ia mengatakan petani Badui menggarap pertanian ladang huma itu dengan melakukan pembabatan rerumputan ilalang dan pepohonan di hutan perbukitan.
“Mereka mengembangkan pertanian organik tanpa menggunakan pupuk kimia.Dan jika membuka lahan ladang huma tentu sisa-sisa pembabatan semak belukar, pohon, hingga ilalang dan limbah sampah nantinya dibakar,” lanjutnya.
“Sisa pembakaran bisa dijadikan pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman padi huma dan tanaman lainnya,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, penggarapan lahan pertanian ladang huma itu berdasarkan kalender adat dan dilakukan gerakan tanam padi huma atau padi gogo di lahan tanah darat pada September mendatang.
Ia mengatakan bila gerakan tanam padi huma dilakukan September 2025, maka diperkirakan akan panen enam bulan ke depan, mengingat petani menggunakan benih padi lokal.
"Kami meyakini panen raya padi huma dari tanam September 2025 bisa dipanen pada Maret 2026,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Desa Kanekes Medi mengatakan saat ini petani Badui secara serentak mulai menggarap lahan ladang huma dengan membuka hutan di perbukitan dan pegunungan.
Menurut Medi, petani Badui hingga kini masih mempertahankan adat leluhur dengan melaksanakan pertanian ladang huma di lahan darat sebagai sumber ketersediaan pangan keluarga juga ekonomi.
“Karena itu belum pernah ditemukan kerawanan pangan maupun kelaparan di wilayah Suku Badui yang berpenduduk 4.320 kepala keluarga (KK) dan 14.600 jiwa dan tersebar di 68 kampung itu,” ujar dia.
Petani Badui, lanjutnya, selain bercocok tanam padi huma juga tanaman palawija dan sayuran. Biasanya, hasil panen tanaman palawija dan sayuran mereka jual ke pasar dan menjadi pendapatan.
"Semua hasil panen padi huma itu disimpan di "leuit" atau rumah pangan untuk ketersediaan konsumsi pangan keluarga," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan selama ini petani Badui memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan pangan mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!