Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Bentrokan Kembali Warnai Aksi Protes Petani di India

📅 Sabtu, 30 Jan 2021, 06:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bentrokan Kembali Warnai Aksi Protes Petani di India Doc: AFP/Arun KUMAR
Ket. Cegah Bentrokan - Polisi India berupaya mencegah warga lokal bentrok dengan para petani yang sedang melakukan aksi protes dengan memblokade jalan utama yang menghubungkan Delhi dengan Negara Bagian Haryana, pada Jumat (29/1). Para petani India menyatakan akan terus bertahan untuk melakukan aksi protes hingga tuntutan pencabutan UU reformasi agraria dikabulkan.

NEW DELHI - Bentrokan antara ratusan penentang dan pendukung aksi protes petani yang menolak liberalisasi pasar hasil pertanian dan telah mengganggu ibu kota India selama lebih dari delapan pekan, kembali terjadi Jumat (29/1). Dalam kericuhan itu, aparat kepolisian terpaksa harus menembakkan peluru gas air mata dan menggunakan tongkat untuk memisahkan mereka.

Situasi tegang sebenarnya telah meningkat di sekitar kamp-kamp petani di pinggiran New Delhi sejak peringatan Hari Republik pada Selasa (26/1), ketika terjadi aksi demonstrasi dimana petani melakukan konvoi dengan traktor untuk merangsek masuk ke ibu kota yang berujung dengan kericuhan.

Dalam insiden itu dilaporkan seorang petani tewas karena traktor yang ditumpanginya terguling saat menabrak barikade dan sekitar 400 personel polisi mengalami luka.

Usai kericuhan pada Selasa, pemerintah India telah menambah kehadiran pasukan keamanan di Delhi dan di sekitar kamp yang menampung petani.

Dalam kericuhan yang berujung dengan bentrokan pada Jumat dipicu oleh seruan sejumlah kelompok lokal yang mengatakan para petani harus hengkang, sementara para pemimpin petani bersikeras untuk terus melanjutkan aksi protes mereka.

"Saat kami tak memiliki lahan lagi. Saat kami tak lagi bisa bercocok tanam. Itu semua akan membuat kami mati," kata Bhagwant Singh, seorang petani berusia 53 tahun di Singhu. "Namun jika kita mati di sini karena melakukan protes, kita akan menjadi martir. Kita akan berjuang dan mati untuk memperjuangkan hak-hak rakyat di negeri ini," imbuh dia.

Tolak Deregulasi

Aksi protes petani India ini dipicu oleh penolakan mereka atas akan diberlakukannya reformasi agraria yang bertujuan untuk menderegulasi pasar hasil pertanian yang selama beberapa dekade telah diatur oleh badan-badan negara dengan jaminan harga minimum. Para petani memprotes langkah reformasi ini dengan mengatakan bahwa perubahan itu akan membuat perusahaan raksasa di India mengambil alih industri pertanian.

Sektor pertanian menyediakan pekerjaan bagi dua pertiga dari 1,3 miliar populasi di India, tetapi pemerintah mengatakan bahwa industri ini tidak efisien dan langkah reformasi akan meningkatkan pendapatan di pedesaan.

Terkait rencana untuk menggelar aksi kembali di parlemen pada Senin (1/2), pihak petani menyatakan bahwa mereka telah membatalkan rencana itu, namun mereka menegaskan kembali tekad mereka untuk tetap bertahan di kamp-kamp yang ada di pinggiran ibu kota walau pihak pemerintah telah menutup akses terhadap kebutuhan listrik maupun air bersih.

"Pemerintah boleh saja mencoba untuk menggagalkan aksi protes kami melalui kebohongan dan tipu muslihat," kata Sukhdev Singh, seorang petani berusia sekitar 30 tahun seraya mengatakan bahwa keluarganya yang menetap di Negara Bagian Punjab khawatir atas situasi tegang di New Delhi, namun tak meminta para petani itu untuk kembali dengan tangan hampa.

"Kami tidak akan mundur dari sini sejengkal pun hingga undang-undang itu dicabut. Kami akan bertahan selama dibutuhkan selama satu hari, satu bulan atau satu tahun atau 10 tahun," pungkas Singh. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Segera Larang Anak ...
Nasional
KPK Tangkap Tangan Bupati M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.