Bangun Gudang Logistik di Semua Daerah Rawan Pangan di Papua Tengah
📅 Kamis, 10 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
» Saat bencana, masyarakat tetap memiliki pangan yang sebelumnya disimpan di gudang.
» Untuk jangka pendek, pemerintah memastikan kebutuhan pangan, obat-obatan, layanan infrastruktur dasar.
JAKARTA - Pemerintah diminta membangun gudang logistik di semua wilayah yang rawan pangan untuk mengantisipasi bencana kelaparan seperti yang menimpa warga di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, baru-baru ini.
Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan tidak hanya di Papua, pembangunan gudang logistik seharusnya ada di setiap daerah rawan bencana alam.
"Saat ini tidak ada gudang logistik khusus untuk bencana. Apalagi di Papua yang hampir semua wilayahnya masuk zona merah, semestinya ada," tegas Eugenia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, memang banyak gudang-gudang Bulog, tetapi bukan gudang logistik untuk menghadapi bencana.
Dalam membangun gudang logistik, dia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus memiliki perencanaan yang baik dan benar, karena biaya untuk membangun gudang logistik sesuai standar juga tidak murah. Apalagi, BNPB saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat, sebaiknya untuk mengadakan sesuatu apalagi yang mengeluarkan biaya APBN besar harus dilakukan secara lebih berhati hati, terencana, transparan, dan akuntabel.
Bupati Puncak, Provinsi Papua Tengah, Willem Wandik, kepada Antara mengatakan masyarakat Agandugume yang saat ini terdampak bencana cuaca ekstrem mendukung pembangunan gudang logistik di wilayahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Warga Agandugume menyatakan mendukung pembangunan gudang logistik yang digagas BNPB sehingga saat cuaca ekstrem terjadi mereka tetap memiliki pasokan makanan," kata Willem, Rabu (9/8).
Bupati mengaku persiapan lahan yang menjadi lokasi pembangunan gudang logistik sedang disiapkan dan diharapkan pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Ia menjelaskan cuaca ekstrem memang sering terjadi di wilayah Agandugume dan Lambewi karena letaknya lebih tinggi dibanding distrik lainnya di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sebab itu, saat bencana terjadi masyarakat tetap memiliki pangan yang sebelumnya disimpan di gudang tersebut.
Masyarakat Agandugume, katanya, juga berharap agar wilayahnya didarati pesawat seperti halnya daerah lain. Hingga kini tidak ada perusahaan penerbangan yang melayani ke Agandugume dengan alasan keamanan, namun ke depan wilayah itu makin terbuka dan didarati pesawat.
Untuk mengangkut berbagai bantuan yang ada di Posko Timika, Kabupaten Mimika, Pemkab Puncak menyewa pesawat milik PT Revan.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan penanganan kekeringan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, harus dilakukan dalam jangka panjang. Sambil melakukan penanganan, pemerintah menyiapkan strategi untuk mencegah kekeringan kembali terjadi tahun berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!