Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Stunting, Kepala BKKBN: Penggunaan Kontrasepsi Bisa Cegah Autisme Pada Anak

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Stunting, Kepala BKKBN: Penggunaan Kontrasepsi Bisa Cegah Autisme Pada Anak Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (tengah) bersama Wakil Asisten Teritorial Kepala Staff Angkatan Darat TNI Bidang Tahwil, Komsos, dan Bhakti TNI, Brigjen TNI Taufik Shobri (kanan) dan Wakil Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Dr. dr. Moh. Arif Hariyanto (kiri) ditemui media usai acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Jakarta - Atasi stunting, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada momen Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September, menyatakan penggunaan kontrasepsi bisa mencegah autisme (gangguan perkembangan yang menyebabkan anak kesulitan berkomunikasi).

"Sebagai perhatian serius juga, selain berkorelasi terhadap penurunan stunting, penggunaan kontrasepsi juga berkorelasi positif mencegah autisme. Tentu kita tidak ingin, meskipun tidak stunting, tapi autis atau punya gangguan mental dan emosional, seperti itu," ujar Hasto di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pasangan pascapersalinan untuk menggunakan kontrasepsi sebagai jalan untuk mengatur jarak kelahiran.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengamanatkan jarak kehamilan 36 bulan, sehingga regulasi yang ada sudah sangat bagus, jawabannya tinggal satu, semua yang pascapersalinan mestinya berkontrasepsi," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah masih memiliki tugas untuk menurunkan angka kelahiran yang tidak diinginkan atauunmet need, mengingat persentase ibu yang baru melahirkan dan segera berkontrasepsi masih sedikit.

"Ada 4,8 juta yang melahirkan setiap tahun, dan kita tengarai yang bersedia segera kontrasepsi baru sekitar 29 persen. Ini menjadi tantangan kita bersama untukunmet needya," kata dia.

Dokter spesialis kandungan ini menegaskan jarak kehamilan, waktu menyusui, hingga tumbuh kembang seorang anak juga telah diatur dalam kitab suci.

"Jarak kehamilan direkomendasikan dalam kitab 30 bulan, menyusui diperintahkan sempurna sampai 24 bulan, ubun-ubun ditutup 24 bulan atau 1000 hari, ini sangat berkorelasi, sehingga aturan yang sudah kita buat itu sudah sesuai (dengan ajaran agama)," paparnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kontrasepsi, BKKBN juga mengajak seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta jajaran fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia untuk bahu-membahu dan terus berkolaborasi.

"Upaya kita terus berkolaborasi dengan multipihak untuk mempertahankan kepesertaan kontrasepsi, termasuk dengan jajaran TNI. Meskipun prevalensi kontrasepsi modern belum melebihi 60 persen dan pemakaian kontrasepsi jangka panjang masih belum sesuai harapan, ada satu hal yang kita catat, angka kesuburan total menurut Badan Pusat Statistik sudah mencapai target, yakni 2,18," ucap dia.

Angka kesuburan total adalah rata-rata perempuan melahirkan seorang anak dalam masa reproduksinya. Angka 2,18 tersebut, berarti perempuan di Indonesia yang sudah menikah di usia subur melahirkan rata-rata dua orang anak.

Untuk itu, dengan capaian tersebut, Hasto berpesan agar seluruh pasangan di usia subur untuk segera menggunakan kontrasepsi pascapersalinan.

"Yang tingkat kesuburannya baik, tetapi tidak pakai kontrasepsi jadi percuma, akan berakibat pada kelahiran yang tidak diinginkan, sehingga prevalensi penggunaan kontrasepsi modern perlu terus kita tingkatkan sampai memenuhi target 60 persen, saat ini masih 59 persen," kata Hasto Wardoyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.