Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Kapal di Maluku Menunda Pelayaran Akibat Gelombang Tinggi

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 18:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Kapal di Maluku Menunda Pelayaran Akibat Gelombang Tinggi Doc: ANTARA/DedyAzis
Ket. Kapal Pangrango saat sandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Ambon - Antisipasi kecelakaan. PT Pelni Cabang Ambon menyebutkan sejumlah kapal yang beroperasi di perairan Maluku harus menunda pelayaran karena adanya peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Ada Kapal Sabuk Nusantara 71 dan 106 yang menunda pelayaran, juga Pangrango yang kemarin tertahan di Saumlaki," ujar Kepala Operasi (Kaops) PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assegaf di Ambon, Maluku, Kamis.

Kapal Sabuk Nusantara 71 melayari perairan Serua, Nila, Teon, Kisar, Leti, Tepa, kemudian Marsela dan Saumlaki.

Sementara Kapal Pangrango melayari perairan Saumlaki, Banda, Ambon, hingga Namrole.

Kapal Sabuk Nusantara 71 harus menunda pelayaran yang sudah ditetapkan sebelumnya sampai waktu yang belum ditentukan.

Sementara Kapal Pangrango dikatakan sempat tertahan di perairan Saumlaki lantaran gelombang tinggi yang terjadi.

Begitu juga dengan Kapal Sabuk Nusantara 106 saat ini tengah ditunda pelayarannya dan berada di Pulau Banda Naira.

"Hingga kini belum dapat dipastikan sampai kapan penundaan pelayaran itu, tergantung kondisi cuaca yang ada," kata dia.

Para calon penumpang yang ingin menggunakan kapal tersebut diharapkan untuk tidak berlayar terlebih dahulu sampai dikeluarkan pengumuman selanjutnya.

Assegaf mengatakan hal itu dilakukan demi keselamatan penumpang saat berlayar di rute yang telah ditentukan.

"Kami mengutamakan keselamatan pelayaran dalam pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu BMKG menyampaikan peringatan dini mengenai peluang munculnya gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter di bagian wilayah perairan Maluku dari 25 sampai 26 Mei 2023.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Ashar di Ambon, Kamis, mengatakan bahwa gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter selama kurun itu berpeluang menghampiri 11 daerah perairan di Maluku, termasuk Laut Seram Bagian Timur serta perairan Buru dan Ambon-Lease.

Perairan selatan Seram, Laut Banda, perairan Sermata-Leti, perairan Kepulauan Babar, perairan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru juga berpeluang mengalami gelombang setinggi 2,5 meter sampai empat meter.

Sementara itu, gelombang dengan tinggi sedang, antara 1,25 meter sampai 2,50 meter, berpeluang terjadi di Laut Seram Bagian Barat. Gelombang tinggi berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," kata Ashar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.