Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

28.000 Spesies Terancam Punah, Angka Ini Masih akan Terus Bertambah

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
28.000 Spesies Terancam Punah, Angka Ini Masih akan Terus Bertambah Doc: The Conversation/Arnaud Brival
Ket. Ikan hiu pari (wedgefish) hidung botol di Raja Ampat, Indonesia.

Peter Kyne, Charles Darwin University

Organisasi internasional untuk konservasi alam, International Union for Conservation of Nature(IUCN) kembali mengeluarkan daftar terbaru spesies yang terancam punah di seluruh dunia pada Kamis minggu lalu.

Daftar tersebut, populer sebagai IUCN Red List daftar merah IUCN, menilai risiko kepunahan 106.000 spesies dan menemukan lebih dari 28.000 di seluruh dunia terancam.

Pemberitaan sebelumnya memperkirakan 1 juta spesies mengalami kepunahan, namun daftar yang dikeluarkan oleh IUCN berdasarkan pada kriteria ketat yang menilai masing-masing spesies. Daftar tersebut juga menjadi standar dunia untuk mengetahui risiko kepunahan keanekaragaman hayati.

Dalam daftar terbaru, sebanyak 105.732 spesies dikategorikan memiliki risiko kepunahan yang rendah (least concern), kritis (critically endangered), hingga punah (extinct)

Hal ini jelas bukan berita bagus. Daftar tersebut menemukan setidaknya 27% dari jumlah spesies atau sekitar 28.338 spesies mengalami risiko kepunahan, dan dapat disimpulkan terdapat 873 spesies punah sejak tahun 1500.

Angka ini mungkin tampak kecil dibandingkan prediksi 1 juta spesies yang berisiko mengalami kepunahan, namun daftar IUCN hanya mencakup 1% dari hewan, fungi, dan tanaman di dunia. Ketika semakin banyak spesies yang diikutsertakan, maka jumlah yang terancam tidak diragukan lagi akan meningkat.

Keterancaman pari dan hiu

Saya memimpin penilaian risiko kepunahan pada hiu dan pari untuk IUCN. Yang menjadi perhatian khusus dalam daftar terbaru ini adalah kondisi buruk beberapa ikan yang unik dan aneh, seperti ikan sejenis hiu pari, yaitu wedgefishes dari famili Rhinidae dan giant guitarfishes dari famili Glaucostegidae. Kedua famili ini secara kolektif dikenal sebagai "rhino ray".

15 dari 16 spesies pari yang mirip hiu ini yang tersebar dari Australia hingga Atlantik Timur masuk ke dalam kritis critically endangered atau satu langkah lagi menuju kepunahan.

Jumlah populasi hiu pari masih relatif banyak di Australia, ketimbang di kawasan Indo-Pasifik (yang mencakup Samudera Hindia dan Samudera Pasifik) dan Atlantik bagian timur.

Sama dengan hiu dan pari lainnya, kelompok rhino ray menjadi sasaran eksploitasi akibat permintaan atas daging dan sirip mereka yang dikonsumsi dan diperdagangkan.
Sirip putih dari rhino rays sangatlah mahal dan bisa mencapai hampir US$1.000 atau Rp14 juta per kilogram.

Penangkapan rhino ray untuk bagian tubuhnya membuatnya mirip dengan badak (rhinoceros), tidak hanya kemiripan nama, tetapi juga kondisi kepunahannya.

Selain wedgefish dan giant guitarfish, dua spesies dari kelompok pari yang mirip hiu lainnya yang juga hampir punah, adalah clown wedgefish (Rhynchobatus cooki) dari Indo-Melayu yang hanya terlihat sekali dalam lebih dari 20 tahun yaitu ketika seorang peneliti lokal memotret spesimen mati di pasar ikan Singapura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.