Tiga Kru Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Selamat, Dua di Antaranya Warga Asing
Minggu, 08 Nov 2026, 14:27 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BANJARMASIN – Kecelakaan helikopter kembali terjadi saat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Sebuah helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma yang menjalankan misi pengeboman air atau water bombing jatuh ke perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026).
Beruntung, tiga orang kru yang berada di dalam helikopter tersebut berhasil diselamatkan. Dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA), sedangkan satu lainnya warga negara Indonesia (WNI).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan memastikan seluruh kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
"Sebanyak tiga kru yang sedang dalam penerbangan dilaporkan selamat," kata Berton melalui pernyataan tertulis BNPB yang disampaikan melalui aplikasi perpesanan, Minggu (8/11).
Berdasarkan informasi yang disampaikan BNPB kepada sejumlah media, ketiga kru tersebut masing-masing Michael John Betteridge, warga negara Australia, Hugh Andrew John Page, warga negara Selandia Baru, serta Yayan, warga negara Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain berhasil menyelamatkan seluruh awak, helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut juga telah dievakuasi ke tepian sungai.
Insiden itu terjadi di kawasan Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, sekitar pukul 11.58 WITA hingga 12.15 WITA.
Helikopter tersebut tengah menjalankan misi pemadaman karhutla melalui jalur udara. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, armada Super Puma itu terlihat terbang rendah mendekati permukaan Sungai Barito untuk mengambil air menggunakan perangkat bambi bucket, yakni wadah khusus yang digantung di bawah helikopter untuk mengangkut air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, sesaat setelah mengambil air, helikopter terlihat kehilangan kendali ketika bermanuver. Badan pesawat kemudian menukik dan jatuh ke sungai.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung mendatangi titik jatuhnya helikopter untuk memberikan pertolongan. Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat membantu proses penyelamatan kru menggunakan perahu.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan awal mengenai kecelakaan tersebut. Ia meminta tim terkait menyusun laporan lengkap mengenai kronologi kejadian dan perkembangan penanganan di lapangan.
Sementara itu, Berton mengatakan informasi lebih lengkap mengenai penyebab kecelakaan masih dihimpun untuk disampaikan kepada publik dan pihak berwenang.
Helikopter dengan nomor seri pabrikan atau Manufacturer Serial Number (MSN) 2878 tersebut merupakan armada milik perusahaan swasta yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Dengan demikian, helikopter itu bukan merupakan armada milik TNI.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi.
"Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi," katanya.
Kecelakaan ini menambah perhatian terhadap keselamatan operasi penerbangan dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Pasalnya, insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah helikopter Mil-17 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!