Dari Bengkel Kecil Jadi Omzet Rp23 Juta, Ini Bukti Kredit Perumahan 6% Bantu UMKM Bogor Naik Kelas
Sabtu, 07 Nov 2026, 23:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
BOGOR - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait datang langsung ke rumah sekaligus bengkel milik Tri Mulyoko di Semplak Barat, Bogor Barat, Sabtu (7/11/2026). Bukan sekadar kunjungan seremonial, Maruarar ingin melihat sendiri bagaimana Kredit Program Perumahan (KPP) mengubah hidup pelaku UMKM.
Tri adalah tukang servis elektronik yang memanfaatkan KPP Rp100 juta lewat BRI. Hasilnya luar biasa: rumahnya direnovasi jadi tempat usaha, omzetnya hampir dua kali lipat, dan beban bunganya turun separuh.
"Kredit Program Perumahan ini merupakan Program Presiden Prabowo Subianto untuk rakyat. KPP tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru," ujar Menteri PKP.
Omzet Naik, Bunga Turun Setengah
Sebelum dapat KPP, Tri terjerat pinjaman dengan bunga 12% per tahun. Usahanya jalan di tempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah pindah ke KPP yang bunganya hanya 6% per tahun, semuanya berubah.
"Dulu omzet saya sekitar Rp12 juta sampai Rp13 juta. Alhamdulillah, sekarang bisa meningkat hingga Rp23 juta. Keuntungan bersih yang sebelumnya sekitar Rp7 juta, sekarang bisa mencapai Rp17 juta sampai Rp18 juta," ungkap Tri sambil berkaca-kaca.
Dana KPP itu dipakai Tri untuk merenovasi total rumahnya. Lantai 1 diubah menjadi tempat usaha servis elektronik, lantai 2 untuk kamar tidur, plus penyelesaian dinding, kolom, plafon, dan balkon.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya membuka usaha jasa servis elektronik dan isteri membuka usaha pembuatan makanan ringan. KPP ini kami manfaatkan untuk renovasi rumah yakni mengubah lantai 1 menjadi tempat usaha dan lantai 2 untuk kamar tidur. Alhamdulillah sekarang rumah nyaman dan usaha terus naik omzetnya," katanya.
Yang membuat Menteri Maruarar kagum, Tri tidak hanya sukses sendiri. Ia juga bersedia membina warga lain agar bisa punya keterampilan dan buka usaha mandiri.
"Ini luar biasa. Pak Tri tidak hanya mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga mau membantu mendidik dan mempersiapkan orang lain agar bisa bekerja dan berwirausaha. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang menjadi pengusaha dan mampu membuka lapangan pekerjaan," ujar Maruarar.
Menteri PKP berharap model Tri ini bisa direplikasi di Bogor dan daerah lain. Pelaku usaha yang sudah berhasil bisa jadi percontohan sekaligus tempat belajar bagi calon wirausaha baru.
Wali Kota Bogor Siap Jadikan Bengkel Tri Sebagai LPK
Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim yang turut mendampingi kunjungan itu langsung menyambut ide tersebut.
"Kami siap mengusulkan agar usaha Tri dapat dikembangkan menjadi tempat pelatihan keterampilan kerja atau lembaga pelatihan kerja (LPK), sehingga masyarakat dapat belajar keterampilan servis elektronik dan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri," katanya.
KPP Sudah Tersalur Rp31,14 Triliun
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!