119 Pompa Hingga Posko Disiagakan Menghadapi Musim Hujan
Selasa, 03 Nov 2026, 23:07 WIBSemarang - Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sebanyak 119 unit pompa, termasuk 101 unit pompa portabel, dengan kapasitas keseluruhan mencapai 92.190 liter per detik hingga posko siaga menghadapi musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto, di Semarang, Selasa, menyampaikan bahwa pompa-pompa tersebut tersebar di wilayah timur, tengah, dan barat Kota Semarang, serta disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam.
Menurut dia, kesiapan infrastruktur juga didukung 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat.
Selain menyiapkan peralatan, DPU telah melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan saluran sejak Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjangkau 38 hingga 41 titik sungai dan saluran besar, antara lain di kawasan Kaligawe, Tlogosari, Jalan Gajah, serta wilayah tengah dan selatan kota.
"Teman-teman di lapangan memastikan kesiapan sistem pompa saat ini dalam kondisi fit dan sehat untuk menghadapi musim penghujan," katanya.
Pengerukan dan normalisasi di puluhan sungai, serta saluran besar juga terus dikebut untuk memperlancar aliran air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencna Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P. Martanto menjelaskan bahwa posko, peralatan, dan logistik darurat telah disiagakan bersama para pemangku kepentingan dan jejaring relawan.
"Kami menyiagakan posko, peralatan, serta logistik darurat secara terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan dan jejaring relawan. Kesiapsiagaan ini krusial untuk memastikan respons cepat di lapangan jika terjadi kondisi darurat," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir, personel, logistik darurat, serta sistem peringatan dini.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kecepatan respons seluruh jajaran dalam menghadapi potensi bencana.
Kesiapan tersebut mencakup pengoperasian pompa, penanganan saluran air, hingga dukungan peralatan dan logistik untuk kebutuhan darurat.
"Seluruh perangkat daerah bersama jajaran terkait harus siaga penuh dan bergerak cepat. Mitigasi dan kesiapan infrastruktur, mulai sistem pompa hingga logistik darurat harus dipastikan berfungsi optimal untuk melindungi masyarakat," katanya.
Di sisi kesiapsiagaan bencana, ia juga memastikan penguatan koordinasi operasional melalui BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) menyiapkan posko siaga, mekanisme respons cepat, logistik darurat, serta peralatan operasional untuk menghadapi kondisi darurat.
Kesiapan tersebut turut didukung penguatan sistem peringatan dini atau "early warning system" (EWS), pemantauan tinggi muka air secara berkala, dan pemetaan wilayah rawan banjir, tanah longsor, serta angin kencang.
- Siaga Cuaca Ekstrem
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.