Piala Asia 2027 Ditunda, Nasib Pelatih dan Program Persiapan Tim Peserta Terdampak
Rabu, 04 Nov 2026, 00:02 WIBKUALA LUMPUR - Penundaan Piala Asia 2027 hingga Desember tahun depan membuat sejumlah federasi sepak bola di Asia harus menata ulang program tim nasional. Kontrak pelatih yang berakhir pada awal 2027 menjadi persoalan tersendiri, sementara persiapan menuju turnamen kini harus diperpanjang hampir satu tahun.
Penundaan Piala Asia 2027 membawa konsekuensi besar bagi 24 negara peserta. Bukan hanya jadwal pertandingan yang berubah, tetapi juga perencanaan teknis tim nasional, termasuk masa depan pelatih, program pemusatan latihan, agenda uji coba internasional, hingga pemantauan pemain.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa (3/11) mengumumkan perubahan jadwal turnamen di Arab Saudi. Piala Asia yang semula berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini dijadwalkan digelar pada 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Keputusan tersebut diambil menyusul perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi yang menimbulkan gangguan perjalanan dan persoalan logistik.
Bagi negara-negara peserta, perubahan hampir 11 bulan itu membuat program persiapan yang sebelumnya telah disusun harus dievaluasi. Sejumlah federasi bahkan menghadapi persoalan lebih mendasar karena masa kontrak pelatih mereka akan berakhir sebelum turnamen berlangsung.
Australia, Jepang, Irak, Vietnam, dan Korea Selatan termasuk negara yang harus mempertimbangkan kembali strategi pengelolaan tim nasional mereka.
Australia menjadi salah satu negara yang menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan pelatih. Tony Popovic sebelumnya memilih kontrak jangka pendek hingga Piala Asia 2027, meskipun federasi sepak bola Australia pernah menawarkan perpanjangan kontrak selama empat tahun.
Keputusan Popovic tersebut berkaitan dengan keinginannya menyelesaikan tugas di Piala Asia sebelum menentukan kelanjutan karier bersama Socceroos.
Dengan perubahan jadwal turnamen hingga Desember 2027, kontrak Popovic yang sebelumnya dirancang berakhir setelah Piala Asia pada awal tahun depan harus kembali dibicarakan.
Persoalannya bukan semata-mata memperpanjang masa kerja pelatih. Federasi Australia juga harus menentukan apakah tetap mempertahankan proyek kepelatihan yang sudah berjalan atau membuka kesempatan bagi pelatih baru untuk memimpin tim dalam persiapan menuju turnamen.
Situasi serupa dialami Jepang. Hajime Moriyasu sebelumnya diproyeksikan tetap menangani tim nasional hingga Piala Asia 2027, sebelum menyerahkan jabatan kepada pelatih tim nasional U-21, Go Oiwa.
Federasi Sepak Bola Jepang telah mengumumkan rencana pergantian tersebut pada Juli 2026. Namun, penundaan turnamen membuat waktu transisi kepelatihan perlu dipertimbangkan kembali.
Jika rencana awal tetap dijalankan, Moriyasu tidak akan mendampingi Jepang pada Piala Asia yang baru. Sebaliknya, jika pergantian ditunda, federasi harus mengevaluasi kembali pembagian tugas antara tim senior dan tim kelompok umur.
Bagi Jepang, persoalan ini cukup penting karena Moriyasu telah menangani tim nasional sejak 2018. Pergantian pelatih juga berkaitan dengan kesinambungan filosofi permainan, pemilihan pemain, dan persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya.
Irak juga menghadapi persoalan mengenai kontrak pelatih. Graham Arnold mendapatkan perpanjangan kontrak berdurasi enam bulan pada Agustus 2026, setelah sebelumnya federasi menawarkan kontrak jangka panjang selama empat tahun.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk mencakup agenda Gulf Cup dan Piala Asia 2027.
Dengan perubahan kalender kompetisi, Federasi Sepak Bola Irak harus membicarakan kembali masa kerja Arnold. Apalagi, tim nasional Irak memiliki kepentingan menjaga kesinambungan program setelah berhasil memastikan tempat di Piala Dunia 2026.
Vietnam juga masuk dalam daftar negara yang harus mengevaluasi kontrak pelatih. Kim Sang-sik sebelumnya mendapatkan perpanjangan otomatis setelah memenuhi target yang disepakati bersama Federasi Sepak Bola Vietnam.
Namun, masa kontraknya tetap menjadi perhatian karena turnamen yang menjadi salah satu agenda utama tim nasional itu kini berlangsung jauh setelah periode awal kontrak berakhir.
Kondisi berbeda dialami Korea Selatan. Federasi sepak bola negara tersebut sebelumnya menunjuk Robert Moreno sebagai pelatih interim dengan kontrak hingga 27 November 2026.
Moreno ditugaskan menangani sejumlah pertandingan persahabatan sebagai bagian dari proses evaluasi sebelum keputusan mengenai pelatih permanen diambil.
Piala Asia semula menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menentukan arah kepelatihan Korea Selatan. Penundaan turnamen membuat federasi harus menyusun ulang rencana tersebut tanpa menunggu hasil kompetisi kontinental.
Artinya, sejumlah federasi kini menghadapi pilihan antara mempertahankan pelatih lama, melakukan negosiasi kontrak baru, atau menunjuk pelatih berbeda jauh sebelum Piala Asia dimulai.
Program Latihan Harus Disusun Ulang
Selain persoalan pelatih, penundaan Piala Asia juga berdampak terhadap program latihan dan periodisasi persiapan tim nasional.
Sebelumnya, tim-tim peserta diperkirakan mulai meningkatkan intensitas persiapan menjelang akhir 2026. Agenda pemusatan latihan, pertandingan uji coba, serta evaluasi pemain dirancang untuk mencapai kondisi terbaik pada Januari 2027.
Namun, dengan jadwal baru, program tersebut tidak bisa dipertahankan begitu saja.
Federasi dan staf kepelatihan harus membagi persiapan ke dalam beberapa tahapan agar pemain tidak dipaksa mempertahankan kondisi puncak terlalu lama.
Tahap pertama kemungkinan diarahkan pada evaluasi skuad dan pengembangan permainan melalui agenda FIFA Matchday. Setelah itu, tim pelatih dapat memanfaatkan pertandingan internasional sepanjang 2027 untuk menguji kombinasi pemain, memperbaiki kelemahan, serta mencari alternatif taktik.
Pemusatan latihan dengan intensitas lebih tinggi kemudian dapat dilakukan mendekati Desember 2027, sehingga pemain mencapai kondisi fisik dan mental terbaik ketika turnamen dimulai.
Perubahan ini juga membuka kesempatan bagi pemain muda untuk masuk dalam persaingan. Dengan tambahan waktu hampir satu tahun, pelatih dapat memperluas pemantauan pemain, termasuk mereka yang tampil konsisten bersama klub masing-masing.
Meski demikian, perpanjangan waktu persiapan tidak otomatis menjadi keuntungan. Tanpa program yang terukur, terlalu banyak perubahan komposisi pemain dan pergantian pelatih justru berpotensi mengganggu kesinambungan permainan.
Benturan Kalender Kompetisi Eropa
Persoalan lain muncul dari jadwal baru Piala Asia yang berlangsung pada 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Periode tersebut bertepatan dengan padatnya kompetisi sepak bola Eropa, termasuk rangkaian pertandingan liga domestik selama musim dingin.
Kondisi ini berpotensi menyulitkan negara-negara yang mengandalkan pemain berkarier di Eropa. Australia, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara lain memiliki pemain yang merumput di berbagai liga Eropa.
Federasi harus berkoordinasi dengan klub mengenai pelepasan pemain, waktu kedatangan ke pemusatan latihan, serta kesiapan fisik mereka setelah menjalani jadwal kompetisi yang padat.
Persoalan tersebut juga perlu dibahas bersama AFC dan FIFA, terutama mengenai pengaturan kalender internasional dan kewajiban klub melepas pemain untuk turnamen tim nasional.
Tanggal baru Piala Asia sendiri masih harus diajukan kepada FIFA untuk mendapatkan persetujuan.
Penundaan Piala Asia 2027 pada akhirnya memberikan waktu tambahan bagi seluruh peserta untuk mempersiapkan diri. Namun, tambahan waktu tersebut juga menghadirkan tantangan dalam menjaga stabilitas tim nasional.
Federasi tidak cukup hanya menggeser jadwal pemusatan latihan dan pertandingan persahabatan. Mereka harus memastikan program kepelatihan, kontrak staf, regenerasi pemain, dan agenda kompetisi berjalan dalam satu perencanaan yang saling mendukung.
Bagi pelatih yang kontraknya berakhir pada awal 2027, keputusan federasi dalam beberapa bulan mendatang akan menentukan apakah mereka tetap mendapat kepercayaan untuk memimpin tim hingga Desember.
Sementara itu, negara-negara yang telah memiliki rencana pergantian pelatih harus mempertimbangkan waktu transisi agar tidak mengganggu persiapan.
- Arab Saudi
- AFC
- piala asia 2027
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Mantan Bek Real Madrid Dani Carvajal Resmi Gabung Getafe hingga Akhir Musim
-
XL Ultra 5G+ Hadir di Bandung, Jangkau 30 Kecamatan dengan Kecepatan hingga 500 Mbps
-
Merauke Bisa Jadi Lumbung Pangan Nasional, Wamentan Saleh: Jangan Sampai Petani Kekurangan Pupuk dan Benih!
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri untuk Tingkatkan Kemampuan Satlinmas, Apa Saja yang Dilatih?
-
Hingga September 2026, PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan Sektor Jasa Keuangan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.