- Home
-
- Luar Negeri
-
- Konflik Iran Memanas, Hout...
Konflik Iran Memanas, Houthi Sasar Bandara dan Infrastruktur Minyak Arab Saudi
Minggu, 25 Okt 2026, 05:00 WIBRiyadh - Kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi pada Sabtu (24/10). Sementara itu, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan kelompok tersebut juga menembakkan tiga rudal balistik ke lokasi penjaga pantai di kota pelabuhan Aden.
Belum ada konfirmasi langsung dari otoritas Arab Saudi terkait laporan Houthi tersebut. Belum jelas pula apakah serangan yang dilaporkan itu mengenai sasaran di wilayah kerajaan atau berhasil dicegat.
Juru bicara pemberontak Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, fasilitas Aramco di Yanbu, kilang minyak Rabigh, stasiun pompa minyak mentah, serta jaringan pipa minyak East-West.
Ia juga mengatakan kelompok tersebut menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sebuah bandara di Najran, dan pangkalan udara di Khamis Mushait.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Yanbu dan Taif pada Sabtu.
Pertempuran yang kembali berkobar itu telah mematahkan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. Kesepakatan tersebut sebelumnya sebagian besar menghentikan serangan lintas perbatasan antara koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dan Houthi yang menguasai ibu kota Sanaa.
Eskalasi konflik tersebut membuka front baru dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Di Yaman, Kementerian Dalam Negeri pemerintah yang diakui secara internasional menyatakan dua rudal Houthi menghantam markas penjaga pantai, sedangkan rudal ketiga mengenai sebuah gedung penjaga pantai di Distrik Tawahi.
Juru bicara Houthi Saree mengatakan pasukan kelompoknya menargetkan konsentrasi militer yang didukung Arab Saudi di lokasi yang disebutnya Kamp Al-Nasr serta sebuah pangkalan militer angkatan laut di Aden. Ia menyebut para perwira Arab Saudi mengawasi mobilisasi pasukan di lokasi tersebut.
Koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan itu.
Pada Sabtu sebelumnya, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan kepada warga mengenai potensi bahaya di Taif dan Yanbu, serta di kota suci Mekkah dan Jeddah, kota terbesar kedua di kerajaan tersebut.
Sekitar 10 menit kemudian, badan itu menyatakan ancaman telah berlalu.
Awal bulan ini, Houthi memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi, dengan pengecualian wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah, seiring meningkatnya serangan terhadap kerajaan tersebut.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
DPR Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi, Ini Alasannya
-
Mencegah Meluasnya Api di TPAS Gunung Santri Cirebon
-
688 Desa dan Kelurahan di Jawa Barat Terdampak Kekeringan, Warga Kesulitan Air Bersih
-
Jakarta Diprediksi Hujan pada Kamis Ini, BMKG Ungkap Waktu yang Perlu Diwaspadai
-
Sudin KPKP Jaksel Dorong Pangan Lokal jadi Peluang Usaha Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.