Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Jemput Bola, Warga Pondok Bambu Dibantu Perbarui Data Bansos

2 Senin, 02 Nov 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemensos Jemput Bola, Warga Pondok Bambu Dibantu Perbarui Data Bansos Kemensos Jemput Bola, Warga Pondok Bambu Dibantu Perbarui Data Bansos Doc: Antara
Ket. Ratusan peserta Kelurahan Pondok Bambu mengikuti kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), Update Desil dan Bansos Kementerian Sosial di Aula Maryam Wafiyyah Gang Padi RT 09/02 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (1/11).

Jakarta - Sebanyak 200 peserta dari Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) mengikuti kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), Update Desil dan Bansos Kementerian Sosial.

"Sosialisasi dengan sistem jemput bola ini dilakukan karena adanya permohonan dari pengurus RW setempat. Dimana di wilayah tersebut masih ada warga yang memiliki desil tidak sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini," kata Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos RI Intan Nurazizah di Aula Maryam Wafiyyah Gang Padi, RT 09/02 Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Minggu (1/11).

Intan menilai, banyak warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari kementerian, padahal kondisi perekonomiannya lemah.

"Sebenarnya untuk mengurus desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa dilakukan secara mandiri melalui handphone. Yakni melalui aplikasi cekbansos Kemensos RI," ujar Intan.

Intan menyebut, melalui aplikasi handphone tersebut masyarakat lebih mudah dalam mengurus desil.

"Jadi cukup membuka aplikasi tersebut melalui handphonenya. Karena program perlindungan sosial ini sejatinya bisa diakses seluruh warga Indonesia," ucap Intan.

Intan juga mengingatkan masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan proses verifikasi identitas dalam mengakses layanan pemerintah, termasuk program bantuan sosial.

Terkait ketidaksesuaian data desil dengan kondisi ekonomi warga saat ini, Intan menyebutkan hal tersebut dimungkinkan terjadi karena data yang digunakan sebelumnya diambil beberapa tahun lalu.

"Sehingga belum sepenuhnya menggambarkan perubahan kondisi kehidupan masyarakat," kata Intan.

Oleh karena itu, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya sudah berubah atau data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pemutakhiran melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos RI.

Sosialisasi Langsung

Sementara itu, Ketua RW 02 Pondok Bambu Ahmad Sahil mengapresiasi respons Kementerian Sosial yang bersedia menindaklanjuti usulan warga melalui kegiatan sosialisasi langsung di lingkungan permukiman.

"Karena sasaran sosialisasi ini adalah warga yang belum pernah mendapatkan bansos dan yang desilnya tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarganya, termasuk yang belum mempunyai IKD," kata Sahil.

Lebih lanjut, Sahil menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP), identitas pelanggan listrik PLN, dan nomor telepon seluler.

Persyaratan tersebut diperlukan untuk membantu proses pengecekan administrasi sekaligus mengidentifikasi warga yang belum pernah menerima bantuan sosial maupun belum memiliki IKD.

Sahil menilai, program bantuan sosial dan perlindungan sosial memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Workshop Capital Market Journalist

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Workshop Capital Market Jou...

Warga Depok Dapat Memanfaatkan IKD

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Warga Depok Dapat Memanfaat...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.