Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Coba-Coba Manipulasi Bansos, Kemensos Pasang Sistem Scan Wajah Mulai 2026

2 Senin, 02 Nov 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Jangan Coba-Coba Manipulasi Bansos, Kemensos Pasang Sistem Scan Wajah Mulai 2026 Jangan Coba-Coba Manipulasi Bansos, Kemensos Pasang Sistem Scan Wajah Mulai 2026 Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kanan) memberi keterangan pers setelah kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sasana Krida Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (1/11) malam.

PURWOKERTO - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa akurasi dan pemutakhiran data penerima manfaat menjadi kunci utama untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat miskin. 

"Program-program pemerintah bergantung pada data yang akurat. Kalau kita mau memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi dan pemberdayaan sosial kepada masyarakat miskin serta anak-anak terlantar, maka harus dimulai dengan data yang akurat," katanya setelah kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sasana Krida Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (1/11) malam.

Ia mengatakan, pemutakhiran data membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga perangkat desa dan pengurus rukun tetangga (RT) serta rukun warga (RW).

Menurut dia, pemerintah telah membangun sistem perlindungan sosial digital yang diuji coba di Kabupaten Banyuwangi pada 2025 dan mulai diterapkan secara nasional pada 2026.

Sistem tersebut tidak hanya menggunakan identitas nama dan alamat (by name by address), tapi juga dilengkapi pengenalan wajah (face recognition) atau biometrik untuk memastikan identitas penerima manfaat.

"Dengan data yang akurat itu kita akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Jangan sampai kita membantu orang yang tidak memenuhi kriteria atau bahkan membantu orang yang sudah meninggal," kata Gus Ipul.

Ia mengatakan, sistem tersebut memanfaatkan akal imitasi (AI) dan terintegrasi dengan berbagai basis data pemerintah untuk mengetahui profil penerima maupun calon penerima bantuan.

Akan tetapi, penerapannya membutuhkan pendampingan karena belum seluruh masyarakat memiliki telepon pintar atau terbiasa menggunakan layanan digital.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak pemerintah daerah, perangkat RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ASN, dan pendamping sosial membantu masyarakat mengakses layanan tersebut.

Mensos mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) juga terus mengevaluasi penerima bansos, termasuk menelusuri penerima yang memiliki tabungan di atas Rp50 juta.

Dalam dua tahun terakhir, lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat baru yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bansos telah terdata melalui validasi bersama pemerintah daerah dan BPS.

Terkait jaminan kesehatan, ia mengharapkan Kabupaten Banyumas dapat kembali mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) setelah mengalami sedikit penurunan akibat pemutakhiran data berdasarkan desil kesejahteraan.

"Ke depan mudah-mudahan Banyumas bisa UHC lagi dengan data terbaru. Saya bersama Pak Bupati akan berjuang," kata Mensos.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemerintah daerah mendukung penerapan sistem perlindungan sosial digital untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan.

Ia mengharapkan sistem yang terintegrasi dengan berbagai institusi tersebut dapat menekan tingkat kesalahan data atau margin of error hingga maksimal 3 persen.

Menurut dia, pembagian pembiayaan berdasarkan desil kesejahteraan juga berpotensi meringankan beban APBD kabupaten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Workshop Capital Market Journalist

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Workshop Capital Market Jou...
Megapolitan
Warga Depok Dapat Memanfaat...
Megapolitan
Kaum Muda Harus Unggul dala...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.