Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi: Gunung Dukono di Maluku Utara Mengalami Dua Kali Letusan pada Senin Pagi

2 Senin, 02 Nov 2026, 09:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi: Gunung Dukono di Maluku Utara Mengalami Dua Kali Letusan pada Senin Pagi Badan Geologi: Gunung Dukono di Maluku Utara Mengalami Dua Kali Letusan pada Senin Pagi Doc: ANTARA
Ket. Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026).

JAKARTA – Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan mengalami dua kali letusan beruntun pada Senin pagi, dengan salah satu letusan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 950 meter di atas puncak.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, di Jakarta, Senin (02/11), mengatakan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 09:11 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 950 m di atas puncak atau berada pada ketinggian 2.037 m di atas permukaan laut.

"Kolom abu dari letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi gempa tercatat selama 38,57 detik," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa tak lama berselang, aktivitas vulkanik gunung api aktif tersebut kembali bergejolak. Gunung Dukono tercatat kembali mengalami erupsi pada pukul 09:53 WIT, meskipun tinggi kolom abu pada letusan kedua ini tidak teramati secara visual akibat tertutup awan atau kabut.

Letusan kedua tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum yang lebih besar, yakni mencapai 31 mm, dengan durasi gempa selama 44,76 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung serta para pengunjung dan wisatawan tidak melakukan aktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif.

Selain itu, Lana mengingatkan bahwa letusan disertai sebaran abu vulkanik secara periodik kerap terjadi dan arah sebarannya sangat dipengaruhi oleh kecepatan serta arah angin.

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk senantiasa menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi ancaman bahaya abu vulkanik terhadap kesehatan sistem pernapasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Kecelakaan truk molen di Kota Bekasi

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Kecelakaan truk molen di Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.