Dukung Pertanian di Sambeng, Pemerintah Kabupaten Lamongan Bangun Embung Wono Tirto Lestari
Senin, 02 Nov 2026, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, membangun Embung Wono Tirto Lestari di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Sambeng, untuk mendukung pengairan pertanian dan menyediakan cadangan air bagi masyarakat.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pembangunan embung menjadi salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan air saat musim kemarau.
“Selain dipelihara dengan baik, pemanfaatannya juga harus diatur. Saya berharap masyarakat berkoordinasi dengan pihak yang membidangi sumber daya air agar optimal dan tidak sampai terjadi rebutan air,” katanya dalam keterangan di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (01/11).
Ia menjelaskan Embung Wono Tirto Lestari direncanakan memiliki luas sekitar 3,80 hektare dengan kapasitas tampungan efektif mencapai 95 ribu meter kubik air.
Embung tersebut diproyeksikan mendukung pengairan 16 hektare sawah dengan kebutuhan air sekitar 48 ribu meter kubik setiap masa tanam.
Pembangunan embung direncanakan berlanjut pada 2027 melalui penyediaan pelimpah berpintu dan peningkatan jaringan irigasi berupa saluran pasangan sepanjang 144 meter.
Adapun tanggul embung dirancang sepanjang 200,18 meter, lebar lima meter, dan tinggi maksimum 4,4 meter.
"Selain pembangunan embung, pada 2026 kami telah melakukan pengerukan delapan hingga sembilan waduk di wilayah Sambeng untuk mengoptimalkan kembali fungsinya sebagai sumber pengairan pertanian," katanya.
Perwakilan Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto Bima Andrayuwana menjelaskan pembangunan embung dapat dilaksanakan setelah permohonan pemanfaatan kawasan memperoleh persetujuan Kementerian Kehutanan melalui mekanisme kerja sama dengan Perum Perhutani.
Masyarakat juga diharapkan menjaga kelestarian kawasan hutan dan embung agar manfaatnya berkelanjutan.
Kepala Desa Kedungbanjar Suwarno mengatakan pengajuan pemanfaatan kawasan telah dilakukan sejak 2023 dan memperoleh persetujuan pembangunan pada 2026.
Ia berharap, embung dapat menampung air hujan yang selama ini berpotensi menyebabkan banjir hingga merendam permukiman, sekaligus menjadi cadangan air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan aksi penanaman pohon di sekitar kawasan embung sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan fungsi embung dalam pengelolaan sumber daya air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!