Berawal dari Rempeyek, Pembuka Jalan Warteg Monggo Moro Tembus Pasar Kuliner Tokyo
Minggu, 01 Nov 2026, 19:30 WIB | Oleh: OpikWalau namanya Warteg Jawa, ia tidak membatasi jenis masakannya. Semua yang dihidangkan adalah makanan khas Nusantara dari berbagai daerah. Retno membuka casing handphone dan mengeluarkan kertas bertuliskan menu pesanan salah satu tamu.
"Ini, ada yang pesan mie gomak. Nanti saya cari di internet, saya coba masak," kata Retno yang berusaha menuntaskan rindu pengunjung atas hidangan Tanah Air.
Untunglah bahan-bahan masakan Indonesia sudah mudah ditemui di Jepang. Sebisa mungkin ia menggunakan bahan yang bisa dibeli di sekitarnya.

Paket makan siang nasi cumi asin di restoran Indonesia dengan konsep warteg Jawa, Monggo Moro, di Tokyo, Jepang (1/11). Restoran ini didirikan pasangan suami istri Jepang-Indonesia pada 2018. (Antara/Nanien Yuniar)
Umumnya, tamu dari Indonesia menyukai olahan bebek, sementara rendang jadi favorit tamu Jepang.
Selain mempertahankan cita rasa, Retno juga memperkenalkan cara memesan di warteg. Tamu harus berinteraksi dengan penjual. Alih-alih memakai layar sentuh digital, jari tamu bisa menyentuh etalase untuk menunjuk makanan yang ia mau.
Sampai detik ini, dia belum berniat menyediakan metode pemesanan digital. Sejumlah restoran Jepang biasanya menyediakan mesin untuk memesan dan membayar makanan. Tamu bisa memilih dan membayar lewat mesin, lalu tiket dari mesin diberikan kepada pihak restoran.
Pelancong atau diaspora asal Indonesia maupun negara muslim lain tak perlu khawatir bersantap di sini karena konsep halal sudah diusung sejak awal.
"Start dari awal pun, kami juga nggak ngeluarin bir juga ya, Mbak ya. Kita murni jualan minuman juga minuman jus, kayak teh, gitu aja. Start dari awal, sama sekali kami nggak ngeluarin bir." Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!