Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berawal dari Rempeyek, Pembuka Jalan Warteg Monggo Moro Tembus Pasar Kuliner Tokyo

2 Minggu, 01 Nov 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Berawal dari Rempeyek, Pembuka Jalan Warteg Monggo Moro Tembus Pasar Kuliner Tokyo Berawal dari Rempeyek, Pembuka Jalan Warteg Monggo Moro Tembus Pasar Kuliner Tokyo Doc: ANTARA/Nanien Yuniar
Ket. Restoran Indonesia Monggo Moro dengan konsep warteg, di Tokyo, Jepang. Restoran ini dikelola pasangan suami istri Jepang-Indonesia sejak 2018.

TOKYO, JEPANG - Lagu berbahasa Jawa terdengar menggelegar saat kaki ini tiba di depan restoran Monggo Moro, Shinjuku, Tokyo, Jepang.

Orang-orang yang lewat di dekat warung itu hampir pasti menengok, penasaran dengan sumbernya. Yang mencolok bukan cuma suaranya, tetapi tampilan eksterior restoran ala warteg itu.

Tulisan WARTEG JAWA dan MONGGO MORO dengan latar belakang merah putih tertera di bagian tas.

Plastik-plastik isi kerupuk bawang disangkutkan di bagian luar. Jendela lainnya tak kalah ramai. Foto-foto masakan Indonesia ditempel di sana. Saat diintip, rasanya seperti melihat toko kelontong alias warung biasa di Indonesia.

Rak berisi aneka bumbu, kecap, saus, berjajar rapi. Kerupuk kulit bertumpuk di sebuah sudut. Rencengan minuman kemasan sase menghiasi dinding. Aneka camilan itu bukan sekadar dekorasi, tapi bisa dibeli.

"Berapa orang?" tanya seorang staf yang mengenakan seragam bermotif batik lengkap dengan penutup kepala tradisional.

Ia mempersilakan masuk untuk melihat sendiri etalase berisi piring-piring penuh lauk pauk khas warteg. Ayam, bebek, cumi, hingga sayur. Ketika ditanya mana lauk yang pedas, staf itu berkata, "banyak!".

Rupanya, ucapannya tak main-main.

Sama seperti di warteg pada umumnya, pengunjung bisa memilih mana lauk yang mereka mau. Paket makan siang sudah meliputi nasi, sayur, dan sup. Harganya disesuaikan dengan lauk yang dipilih. Kisaran harganya dimulai dari 1.500 yen atau sekitar Rp170ribu.

Meski di lantai bawah ada meja dan kursi, tapi ruang makan utama ada di lantai dua. Kapasitasnya di atas 30 orang. Ada meja yang bisa diduduki beramai-ramai, ada yang diatur untuk dua orang, ada pula dua tempat lesehan.

Hiasan-hiasan khas Indonesia serta pengumuman yang terkait dengan diaspora di Jepang ada di dinding. Sama seperti restoran Jepang pada umumnya. Air minum disediakan gratis. Tak jauh dari situ, ada mesin penanak nasi untuk tamu yang ingin menambah porsi secara cuma-cuma.

Menu makan siang pewarta Antara kali ini adalah cumi asin pedas dengan tahu bacem, urap dan sup, ditambah petai, dan kangkung. Bukan cuma makanan, di nampan juga ada mangkuk berisi air kobokan.

20261101192906_monggo-moro4.jpeg

Restoran Indonesia dengan konsep warteg Jawa, Monggo Moro, di Tokyo, Jepang (1/11). Restoran ini didirikan pasangan suami istri Jepang-Indonesia pada 2018. (Antara/Nanien Yuniar)

"Kalau mau makan dengan tangan, ini kobokannya," ujar staf yang mengantar makanan ke lantai dua.

Begitu memasukkan sesendok nasi hangat dan potongan cumi asin dengan sambal merah, mata langsung membelalak. Asin dan pedas! Rasa yang otentik ini membuat diri lupa sedang berada di Negeri Sakura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Banjir di Pidie Jaya Berangsur Surut

55 menit yang lalu | Ones

Daerah
Banjir di Pidie Jaya Berang...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.