LSPR dan Komlitkes Kolaborasi Jembatani Komunikasi Masyarakat dan Dunia Kesehatan
Jumat, 30 Okt 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim PenulisBagi LSPR, masalah kesehatan bukan Bidang Baru.LSPR sudah punya Prodi Healthcare Communication. Perhatian LSPR terhadap kesehatan sudah lama dan terstruktur.
"Walaupun kita memang heavy-nya di komunikasi tapi interest kita ke dunia kesehatan itu begitu besar,” tegasnya.
Pertama, lanjut dia, LSPRpunya konsentrasi tersendiri yangdisebut healthcare communication untuklevelnm di S2, yang mungkin kampus-kampus lain belum memikirkan sampai ke sana.
Selain itu, LSPR juga memiliki pusat kajian khusus.
Kedua, LPSRmemilikipusat kajianliterasi kesehatan. Pernah kerjasama dengan PERSI (Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) menginisiasi lahirnya Perhumasri - humas-humas lingkup rumah sakit.
“Kita terjun ke sana untuk membantu komunikasi para PR-nya dan kita mensertifikasi mereka lewat BNSP, lewat lembaga sertifikasi LSPR," jelasnya.
Andre memaparkan profil kampus yang dipimpinnya. LSPR berdiri sejak 1992, sehingga tahun ini memasuki usia 34 tahun. Awalnya bergerak di kursus, dan berubah menjadi program sarjana menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi di tahun 1999.
Setelah itu mengembangkan S2 dan akhirnya berubah lagi menjadi Institut. Sekarang namanya Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR.
Tidak hanya fokus komunikasi, tapi juga bisnis, tourism hingga pendidikan.
Kampus pusat berada di Sudirman Park Jakarta jugadi Bekasi, dan Bali. Keunggulan LSPR, menurutnya, ada pada internasionalisasi dan praktikum.
Langkah Strategis Terjemahkan Isu
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Komlitkes dr Mohamad Saptaji menilai kerjasama dengan London School of Public Relations (LSPR) sebagai langkah strategis untuk menerjemahkan isu-isu kesehatan, termasuk stroke, agar lebih mudah dipahami dan disebarluaskan kepada masyarakat .
"Di sudut pandang komunitas ya, bahwa LSPR itu satu lembaga komunikasi yang memang sudah mempunyai nama di Indonesia, kemudian juga alumninya bagus-bagus," ujarnya.
Selama ini komunitas kesehatan seringkali kesulitan membahasakan program dan ide-ide pencegahan berbagai penyakit dengan bahasa yang populer. Di sinilah peran LSPR dibutuhkan.
"Kami memerlukanpartner yang bisa membahasakan ideyang dapat disebarluaskan dan dipahami masyarakat. Salah satunyakami gandeng LSPR karena potensinya sudah teruji baik, " kata Saptadji.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!