LSPR dan Komlitkes Kolaborasi Jembatani Komunikasi Masyarakat dan Dunia Kesehatan
Jumat, 30 Okt 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: IST
JAKARTA – Ketua Umum Yayasan Komunikasi Literasi Kesehatan (Komlitkes) dr Mohamad Saptadji menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Rektor Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (London School Public Relation) Dr. Andre Ikhsano, M.Si, di Jakarta, Kamis, (29/10).
Kedua pihak menegaskan komitmennya untuk berkontribusimenjembatani komunikasiuntuk menghilangkan “noise’ atau kesenjangan komunikasiantara dunia kesehatan (dokter) dengan pasien (masyarakat).
Rektor LSPR Andre Ikhsano dan Ketua Umum Yayasan Komlitkes Mohamad Saptadji mengatakan hal itu saat diwawancarai usai penandatangan Nota Kesepahaman di Kampus LPSR.
Turut menyaksikan acara itu jajaran manajemen LPSR dan pengurus Yayasan Komlitkes Toto Irianto (Sekretaris Umum), Dudi Herianto (Wakil Bendahara), juga Dimas Supriyanto dari Yayasan Kota Jakarta Weltevreden.
Andre Ikhsano menjelaskan, sebagai institusi pendidikan yang berbasis komunikasi, LSPR memiliki modal kuat untuk mendukung komunikasi kesehatan publik.
"Jadi kami LSPR basisnya adalah lembaga pendidikan, institusi pendidikan. Pendidikan kami memang lebih fokus kepada komunikasi. Jadi kita punya 10 program studi aktif. Di antara seluruh itu 5 nya sebenarnya komunikasi, baik S1, S2, S3," ujar Andre.
Esensi kerjasama ini adalah bagaimana komunikasi kesehatan bisa sampai ke masyarakat tanpa distorsi.
"Kerja sama LSPR dengan yayasan ini harapannya kita bisa berkontribusi, kita bisa mendukung aspek komunikasinya, sehingga betul-betul berbagai macam noise antara dunia kesehatan ke publik ke masyarakat itu bisa terjembatani melalui komunikasi," katanya.
Ia menambahkan, kekuatan utama LSPR ada pada sumber daya manusianya.
"Karena kami institusi pendidikan, pasukan kita lebih banyak ke mahasiswa, dosen. Dosen kita ada ratusan dan tugas utama dosen di samping mengajar juga harus melakukan pengabdian.
Pengabdian dosen juga bisa diarahkan untuk membantu bagaimana menyebarkan komunikasi kesehatan ke publik.
Saat ditanya bentuk riil kerjasama, Andre membeberkan dua program terdekat. Pertama, produksi konten edukatif.
"Bentuk konkretnya yang terdepan adalah bagaimana kita bersama-sama untuk membuat podcast mengenai komunikasi kesehatan. Berbagai macam isu-isu kesehatan itu akan kita sampaikan kepada publik," jelasnya.
Kedua, gagasan yang lebih besar, yakni mewujudkan kawasan wisata kesehatan di Jakarta.
"Ke depannya kita berencana, salah satunya yang cukup signifikan adalah bagaimana menciptakan suatu kawasan khusus di Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat, sebagai sebuah kawasan wisata kesehatan,“paparnya.
“Nanti kedua pihakakan coba merangkul berbagai macam rumah sakit ternama dan kita akan tentu sowan kepada Pemprov DKI untuk bisa mewujudkan hal ini sehingga Jakarta menjadi kota yang aman dan sehat," ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!