Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesehatan Mental Remaja Bukan Tanggung Jawab Individu, Keluarga dan Sekolah Berperan Penting

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh:

“Tidak ada satu organisasi pun yang dapat mengatasi tantangan kesehatan mental generasi muda sendirian. Melalui kemitraan kami dengan UNICEF dan Global Youth Mental Health Coalition, Turn Down the Noise menunjukkan kekuatan aksi kolektif dengan menggabungkan jangkauan para mitra global dan pengalaman nyata kaum muda untuk mendorong terciptanya koneksi sosial yang sangat penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (22/10/2026).

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Tini Nurianto mengatakan, kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi anak muda untuk berkembang dan mencapai potensi mereka. Ia menekankan perlunya kontribusi lingkungan sekitar dalam menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi remaja.

Melalui Thriving Together, Zurich ingin memperkuat peran keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mengenali tantangan kesehatan mental, mengurangi stigma, serta mendorong remaja agar berani mencari bantuan.

“Komitmen ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang kami untuk mendukung kesejahteraan mental generasi muda dan membangun komunitas yang lebih tangguh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia Muhammad Rafiq Khan menyatakan, kesehatan mental remaja tidak hanya dipengaruhi ketahanan individu, tetapi juga lingkungan tempat mereka tumbuh dan membangun hubungan dengan orang lain.

Menurutnya, keluarga, sekolah, masyarakat, dan platform digital memiliki peran dalam melindungi anak dari kekerasan, mendorong hubungan yang positif, serta memastikan anak merasa aman, dihargai, didengar, dan didukung.

UNICEF bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk memperkuat sistem dukungan, meningkatkan literasi kesehatan mental, dan membantu remaja memperoleh layanan yang sesuai ketika dibutuhkan.

“Kemitraan kami dengan Zurich dan Z Zurich Foundation turut mendukung upaya ini agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya,” ucapnya.

Melalui kampanye Turn Down the Noise dan program Thriving Together, Zurich, Z Zurich Foundation, dan UNICEF mendorong anak muda untuk mulai membangun hubungan yang lebih bermakna melalui tindakan sederhana, termasuk menghubungi teman, mengungkapkan perasaan, dan mencari dukungan dari orang yang dipercaya.

Bagi masyarakat yang mengalami atau mengetahui kekerasan terhadap anak, bantuan dapat diakses melalui Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, layanan resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Layanan ini tersedia melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129 untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan rujukan ke layanan yang sesuai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.