Penemu Pembakar Hutan Akan Diberi Hadiah, Ikuti Sayembara Ini

Kamis, 22 Okt 2026, 00:34 WIB

AMBON – Kebakaran hutan membuat pusing semua pihak. Untuk itu, kini diadakan sayembara, siapa dapat menunjukkan pembakar hutan, akan diberi hadiah. Wali Kota Ambon, Maluku Bodewin M Wattimena menyiapkan sayembara berhadiah bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi dan bukti mengenai pelaku pembakaran lahan yang memicu kebakaran hutan di wilayah tersebut.

“Saya sudah minta camat membuat sayembara kepada masyarakat. Kalau ada yang bisa membuktikan seseorang membakar lahan, kita kasih hadiah. Orang yang membakar itu harus ditangkap,” kata Bodewin di Ambon, Rabu.

Ket. Foto: sayembara penemu pembakar hutan — Sumber: ist

Ia mengatakan kebakaran lahan di sejumlah kawasan di Ambon terus berulang meskipun petugas telah melakukan pemadaman. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani secara tegas, karena kebakaran berpotensi meluas dan memperburuk kondisi lingkungan.

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan di Ambon diduga berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar atau pembakaran yang disengaja. Karena itu, ia meminta masyarakat turut membantu mengidentifikasi dan melaporkan pihak yang bertanggung jawab kepada aparat kepolisian.

Bodewin mengatakan pemerintah kota terus memantau kualitas udara di Ambon bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP).

Berdasarkan data yang diterimanya, kualitas udara secara umum masih berada dalam batas normal dan belum mengkhawatirkan. Namun, parameter ozon (O3) menjadi perhatian, sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk menentukan langkah antisipasi berikutnya.

Ia menjelaskan apabila kualitas udara mencapai ambang yang membahayakan kesehatan, pemerintah kota akan kembali mempertimbangkan kebijakan antisipatif, seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara.

Terkait peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Bodewin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan seluruh kasus dengan kabut asap. Ia meminta perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita asma.

“Kalau tidak berkepentingan, tetap di rumah saja, tidak usah keluar,” ujarnya. Ia berharap partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pembakaran lahan dapat membantu menekan kejadian kebakaran berulang sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga Kota Ambon.

  • asap karhutla

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.