Pertemuan AS-Russia-Tiongkok Beri Dampak Positif bagi Keamanan Dunia

Kamis, 22 Okt 2026, 01:00 WIB

Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menilai pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan para pemimpin AS, Russia, dan Tiongkok berpotensi memberikan dampak positif bagi keamanan dunia, terutama melalui pembahasan pengendalian senjata nuklir.

“Saya rasa ada peluang, dan Presiden (Donald Trump) telah menyatakan kesediaannya untuk mengadakan pertemuan tingkat pemimpin antara AS, Russia, dan Tiongkok guna membahas hal-hal seperti pengendalian senjata,” kata Rubio kepada wartawan di India, Selasa (20/10).

Ket. Foto: Diplomasi Nuklir — Sumber: afp

Rubio menilai komunikasi antara para pemimpin tiga negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia merupakan hal yang wajar dan penting untuk menjaga stabilitas global.

Ia menolak pandangan bahwa keterlibatan diplomatik dengan negara lain harus dianggap sebagai bentuk imbalan atau konsesi. Menurut dia, Presiden AS Donald Trump tidak memandang pembicaraan dengan negara lain sebagai bentuk pemberian konsesi.

Rubio menegaskan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pihak yang memiliki perbedaan kepentingan merupakan inti diplomasi dan negosiasi.

Meski menyadari perselisihan yang telah berlangsung lama antara ketiga negara tidak akan terselesaikan hanya melalui satu pertemuan tingkat tinggi, ia menekankan pentingnya menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.

“Menurut saya, dunia akan menjadi tempat yang lebih aman jika para pemimpin negara-negara dengan persenjataan nuklir terkuat di dunia setidaknya saling berkomunikasi,” ujarnya.

Rubio mengatakan Tiongkok secara historis menghindari pembahasan pengendalian senjata hingga persenjataan nuklirnya mencapai tingkat yang setara dengan negara-negara adidaya lainnya.

Namun, ia menilai kesediaan Trump untuk mengupayakan dialog tersebut merupakan perkembangan positif.

Pernyataan Rubio disampaikan setelah Trump pada Senin (19/10) menyatakan terbuka terhadap kemungkinan menggelar pertemuan trilateral bersama Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Trump mengatakan pelucutan senjata nuklir akan menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Usulan itu muncul setelah surat kabar The Wall Street Journal melaporkan pada Minggu (18/10) bahwa Putin mengusulkan pertemuan trilateral pada November untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.