Epicentrum Events Gairahkan Ekonomi Jakarta

Kamis, 22 Okt 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Banyaknya peristiwa perhelatan di Jakarta sangat positif dan harus terus ditingkatkan karena bagus bagi aktivitas ekonomi. “Saya mendorong ibu kota terus menjadi pusat kegiatan atau epicentrum events karena terbukti mendongkrak ekonomi Jakarta secara signifikan,” tekan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Rabu (21/10).

Pramono menandaskan, berdasarkan laporan, sejumlah kegiatan besar seperti konser The Weeknd hingga Pestapora memberi kontribusi pendapatan hingga Rp250 miliar. Dari The Weeknd saja pajaknya lumayan, Rp12 miliar. “Epicentrum event kita dorong, karena multiplier effect ekonominya luar biasa,” tandas Pramono.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III tahun 2026 di Balai Kota, Rabu (21/10). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Untuk itu, Pramono ingin perbaikan infrastruktur di Jakarta terus dilakukan guna mendukung berbagai kegiatan tersebut. Salah satu upaya perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan adalah di kawasan Jakarta International Stadium (JIS).

Menurut Pramono, kini konser di tempat tersebut dapat digelar dengan nyaman karena masyarakat lebih mudah mendapatkan parkir kendaraan hingga menggunakan transportasi umum. The Weeknd mengatakan konser di JIS. Sekarang ini semua parkir di Ancol. Kemudian, sudah ada KRL. Sudah ada jembatan yang menghubungkan JIS dengan Ancol.

Pada akhir pekan ini, Jakarta akan menggelar dua kegiatan besar: Jakarta Running Festival dan konser musisi Kanye West atau Ye. Pramono optimistis perputaran ekonomi ibu kota saat gelaran Jakarta Running Festival (JRF) 24-25 Oktober bisa mencapai lebih dari Rp150 miliar.

Kemudian untuk konser Ye, 50 persen penonton tercatat berasal dari luar negeri. Hal itu karena konser tersebut hanya digelar di Jakarta untuk kawasan Asia Tenggara. Pramono juga mengatakan hotel-hotel di sekitar area acara sudah penuh.

“Hampir semua hotel yang dilalui jalur lari, sudah habis, sold out semua. Bahkan, termasuk hotel-hotel di pinggiran,” katanya.

Orang Miskin

Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung Wibowo juga menyinggung masalah kemiskinan. Menurutnya, orang miskin masih 3,96 persen pada bulan Maret. Dia mengaku bangga karena ini pertama berada di bawah empat persen.

Pramono juga memaparkan hampir semua indikator yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesempatan kerja membaik cukup signifikan. Tingkat pengangguran terbukanya 5,79 persen. Angka partisipasi angkatan kerjanya 66,05 (persen), naik 0,57 (persen) dibandingkan dengan Februari.

Menurut Pramono, hal ini bisa dicapai karena optimisme yang selalu dibangun, meskipun kondisi tekanan ekonomi dunia masih berlangsung. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jakarta juga menyiapkan tenaga kerja dengan baik melalui Mobile Training Unit. Alat ini mengatur peserta dari berbagai kegiatan dapat bekerja sama dengan 214 perusahaan.

Pramono menguraikan, semua negara menyaratkan agar tenaga kerja menyempurnakan bahasanya dengan baik. Maka, Pramono minta agar para calon tenaga kerja ke luar negeri mempersiapkan kemampuan bahasa asingnya dengan baik.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.