Gelombang Panas Ancam Kesehatan, dari Dehidrasi hingga Gangguan Mental
Kamis, 22 Okt 2026, 01:00 WIBSurabaya - Pakar kesehatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat gelombang panas (heatwave), mulai dari dehidrasi, kerusakan kulit, hingga gangguan kesehatan mental.
Dokter spesialis penyakit dalam ITS dr. Edwin Nugroho Njoto menjelaskan, lonjakan suhu hingga 40 derajat Celsius berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi berat, terutama pada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit bawaan, termasuk penyakit jantung.
âKelompok rentan ini sebaiknya menghindari paparan panas matahari terlalu lama,â ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara di Surabaya, Rabu (21/10).
Menurut Edwin, dampak gelombang panas tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental. Paparan suhu tinggi dan kelembapan udara dalam waktu lama dapat mengganggu tidur serta memicu perubahan suasana hati, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki akses pendingin ruangan di rumah maupun tempat kerja.
âLingkungan yang panas dan lembap dapat membuat seseorang sulit tertidur dan menjadi mudah marah,â katanya.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS dr. Desiana Widityaning Sari mengatakan cuaca panas juga berisiko merusak skin barrier atau lapisan pelindung terluar kulit.
Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kulit, seperti biang keringat, infeksi jamur, kulit terbakar akibat sinar matahari (sunburn), hingga kambuhnya jerawat.
âPenurunan kelembapan kulit membuat paparan bakteri dan virus menjadi jauh lebih mudah,â kata Desiana.
Ia menambahkan, paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang juga berpotensi memicu penuaan dini akibat paparan cahaya (photoaging) dan kanker kulit. Meski melanin memberikan perlindungan alami pada kulit masyarakat Indonesia, risiko akibat paparan matahari yang terakumulasi tetap perlu diwaspadai.
âPenggunaan tabir surya secara rutin sangat penting untuk mencegah kerusakan sel kulit,â ujarnya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama cuaca panas, Desiana menganjurkan masyarakat mengonsumsi air minimal 1,5 liter setiap hari, mandi dua kali sehari, serta segera mengganti pakaian yang lembap guna mencegah infeksi jamur.
âDengan menerapkan pola hidup bersih dan terlindungi, risiko kesehatan akibat heatwave dapat ditekan,â tuturnya.
Polusi Udara
Risiko kesehatan akibat gelombang panas juga berkaitan dengan memburuknya kualitas udara. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa peningkatan polusi akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara serta melindungi kesehatan manusia dan ekosistem.
Dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya, badan PBB tersebut menyoroti keterkaitan erat antara perubahan iklim dan polusi udara serta menyerukan kebijakan terpadu untuk mengatasi kedua persoalan itu.
Laporan tersebut menyebutkan kejadian asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat secara global sejak 1990-an. WMO mengutip sebuah studi yang memperkirakan paparan asap tersebut berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun pada periode 2010â2018.
WMO juga memperingatkan bahwa model risiko konvensional berpotensi meremehkan angka kematian akibat kebakaran hutan hingga 93 persen karena belum memperhitungkan secara memadai tingkat toksisitas partikel halus PM2.5 yang dihasilkan kebakaran.
âMemenuhi pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menjadi semakin sulit, mengingat cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan akan meningkat di masa depan,â demikian bunyi buletin tersebut.
Selain meningkatkan risiko kebakaran, gelombang panas juga memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu tinggi, udara yang stagnan, dan paparan sinar matahari yang kuat dapat mempercepat pembentukan ozon yang berbahaya bagi kesehatan
- Krisis Iklim
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
IPC Terminal Petikemas Catat Volume Bongkar Muat 2,51 Juta TEUs per Agustus 2026
-
Delapan Kabupaten Berikut Masih Sangat Minim Jaringan Internet
-
Bakal Seru Nih! Liburan Lebaran Tahun Depan Naik Kapal Pesiar dari Jakarta ke Singapura
-
Polandia Pertimbangkan Didirikannya Pangkalan AS
-
Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok 350 Ribu Ton untuk Sulawesi, Maluku, dan Papua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.