Digelar di Balai Sarbini, Citrapata Quilt Exhibition 2026 Satukan Komunitas dalam “Symphony of Threads & Fabrics”
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:55 WIB | Oleh: SriyonoSementara itu, salah satu panitia yang juga perajin quilt dan ikut memamerkan karya,, Jeinty Lee menambahkan, berbagai warna kain, pola, teknik jahitan, karakter pembuat, serta cerita personal dapat hadir dalam satu karya tanpa kehilangan identitas masing-masing. Benang menjadi penghubung. Perca menjadi medium. Cerita menjadi hasil akhirnya.
“Melalui tema ini, Citrapata ingin menunjukkan bahwa seni tekstil bukan hanya tentang teknik menjahit kain, tetapi juga tentang kreativitas, ketekunan, identitas, komunitas, dan hubungan antarmanusia,” kata Jienty Lee.
Membuka Ruang untuk Generasi Berikutnya
Citrapata Quilt Exhibition 2026 juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan quilting dan needle craft kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda.
Di tengah perkembangan industri kreatif dan semakin beragamnya bentuk seni kontemporer, keterampilan berbasis kain dan tangan memiliki nilai yang tetap relevan. Proses membuat quilt mengajarkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, sekaligus kemampuan melihat nilai dari sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap sederhana.
Selembar kain sisa dapat memiliki kehidupan baru
Sementara itu salah satu panitia yang juga pencinta dan perajin quilt, Safrudiningsih mengatakan, potongan-potongan yang terpisah dapat menjadi satu kesatuan. Dan sebuah komunitas dapat menjadi lebih kuat ketika setiap anggotanya membawa cerita masing-masing.
“Semangat inilah yang ingin dibawa Citrapata: merayakan perca, merayakan karya, dan terutama merayakan manusia serta komunitas yang berada di baliknya,” ujar Safrudiningsih.
Seperti disebut di atas, pameran ini diikuti juga peserta dari luar Indonesia, seperti Singapura. Salah satu peserta yang ditemui, Yvett Lim mengatakan, dirinya membawa tiga karya quilt yang langsung dibawa dan kini dipamerkan di Balai Sarbini.
Pencinta dan perajin quilt dari Singapura ini juga memiliki toko quiltyang melayani penjualan langsung dan onlineberagam perlengkapan jahit, kain dan asesories terkait quilt. Toko yang dikelola bersama sahabatnya, Aimee itu bernama “2Quilters”.
Karena mencintai seni kain, jahit yang bermuara pada pembuatan quilt, Yvette sering melihat pameran yang digelar di beberapa negara seperti di Malaysia, Singpura, dan juga Jepang.
Yvette mengaku sangat senang bisa ambil bagian sebagai peserta pameranCitrapata Quilt Exhibition 2026 di Jakarta. Kegembiraannya terpancar dari senyum yang lebar saat diwawancara di arena pameran, Rabu (21/10).
Yvette juga mengungkapkan bahwa di dalam sebuah karya seni kain-jahit bernama quilt terkandung 3 aspek: History – quilt tidak hanya menjahit potongan-potongan kain, tapi juga mendokumentasikan sebuah sejarah (dari tema yg diambil).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!