Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Tangkap Sinyal Ekspansi Kredit di Akhir 2026

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Tangkap Sinyal Ekspansi Kredit di Akhir 2026 Doc: ANTARA/ HO-BRI
Ket. Ilustrasi - Nasabah menggunakan layanan ATM dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Perbankan memprakirakan penyaluran kredit baru meningkat pada triwulan IV 2026, tecermin dari peningkatan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

"Nilai SBT kredit baru triwulan IV 2026 diprakirakan sebesar 91,31 persen," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10).

Ramdan menjelaskan, angka tersebut lebih tinggi dari SBT pada triwulan III 2026 sebesar 90,08 persen maupun SBT pada triwulan IV 2025 sebesar 88,92 persen.

Mengutip hasil survei, prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi.

Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh sebesar 8,20 persen (year on year/yoy) .

Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya sebesar 7,51 persen (yoy).

Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit tahun 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).

Sementara itu, kata Ramdan, secara kumulatif (year to date/ytd), penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sampai dengan triwulan IV 2026 diprakirakan tetap tumbuh.

Hal ini terindikasi dari nilai SBT sebesar 89,76 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (SBT 87,52 persen) meskipun masih lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 (SBT 93,97 persen).

Adapun standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2026 lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya, meski masih berada zona ketat.

Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan IV 2026 yang sebesar 0,15, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,28.

Penurunan ILS sejalan dengan prakiraan penyaluran kredit baru yang semakin meningkat pada triwulan IV 2026.

Penurunan standar penyaluran kredit tersebut terjadi antara lain pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.