Bikin Kue Kering, Perempuan Yaman Kini Galang Dana Beli Senjata untuk Lawan Kelompok Houthi
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBesarnya dukungan masyarakat juga terlihat dari pengorbanan sejumlah warga. Al-Saghir menceritakan seorang perempuan yang suaminya bertugas di militer menyumbangkan cincin pernikahannya. Sementara itu, al-Majidi menyebut sejumlah perempuan lainnya turut menyumbangkan perhiasan emas mereka.
Bahkan, seorang perempuan mendatangi rumah al-Majidi dengan membawa amplop berisi uang dalam mata uang Yaman dan Arab Saudi. Pada amplop tersebut, ia menuliskan pesan agar uang itu digunakan untuk membeli amunisi bagi para pejuang.
“Insya Allah, kita akan menang. Belilah amunisi untuk para pahlawan dengan uang ini,” demikian bunyi pesan tersebut.
Pengepungan Memperburuk Krisis Taiz
Gerakan para perempuan itu berlangsung di tengah memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan di Taiz. Setelah hampir empat tahun relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 2022, pertempuran kembali meningkat pada awal September.
Pasukan Houthi dilaporkan merebut sejumlah wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, termasuk kota pelabuhan strategis Mocha pada 10 September. Mereka kemudian bergerak ke wilayah lain di Provinsi Taiz dan menguasai sejumlah jalur utama menuju ibu kota provinsi tersebut.
Perkembangan itu membuat kota Taiz kembali terkepung, membatasi pergerakan warga serta menghambat masuknya makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Di tengah kondisi tersebut, departemen perempuan Dewan Tertinggi Perlawanan Rakyat Taiz meluncurkan kampanye pada 8 Oktober untuk melengkapi 10.000 pejuang pro-pemerintah dengan senapan dan amunisi. Penggalangan dana itu menyasar warga Yaman di dalam negeri maupun diaspora.
Meski demikian, semakin lama pengepungan berlangsung, semakin berat pula kondisi militer dan kemanusiaan yang dihadapi penduduk Taiz.
Bagi para perempuan yang terlibat, gerakan yang semula berangkat dari dapur dan pengiriman makanan kini menjadi bentuk dukungan langsung terhadap upaya mempertahankan kota mereka di tengah konflik yang kembali berkobar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!