1,4 Juta Jiwa Warga Jabar Terdampak Krisis Air akibat Kekeringan

Selasa, 20 Okt 2026, 16:12 WIB

BANDUNG - Dampak krisis air akibat bencana kekeringan di Jawa Barat (Jabar) dilaporkan terus meluas hingga menembus angka 1.405.110 jiwa dari 429.634 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 879 desa/kelurahan dan 281 kecamatan se-Jawa Barat per Selasa (20/10).

Berdasarkan pembaruan data infografis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar yang diterima di Bandung, Selasa, penanganan krisis air bersih tersebut direspons lewat kolaborasi lintas sektor yang telah menyalurkan total 40.753.275 liter air bersih kepada warga terdampak.

Ket. Foto: Kekeringan melanda Jawa Barat. — Sumber: antara foto

Dari peta sebaran dampak kekeringan di 27 kabupaten/kota, Kabupaten Bogor mencatat jumlah populasi terdampak terbesar secara numerik yakni sebanyak 121.855 KK atau 412.755 jiwa, disusul Kabupaten Purwakarta sebanyak 54.279 KK (173.442 jiwa), serta Kabupaten Garut sebanyak 37.177 KK (117.434 jiwa).

"Data rekapitulasi mencatat dampak kekeringan telah melanda 1,4 juta jiwa di 281 kecamatan, dengan total penyaluran bantuan air bersih menembus 40,75 juta liter," sebut Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita terkait laporan resmi BPBD Jabar itu.

Dari sisi realisasi pasokan bantuan air bersih, Kabupaten Bekasi menjadi daerah penerima pasokan terbanyak mencapai 15.869.275 liter, disusul Kabupaten Bogor sebanyak 7.615.000 liter, Kabupaten Ciamis 3.358.000 liter, Kota Tasikmalaya 2.557.000 liter, dan Kabupaten Pangandaran 2.393.000 liter.

Sementara itu pasokan air bersih juga disalurkan ke Kabupaten Purwakarta (1.787.000 liter), Kabupaten Bandung Barat (1.169.000 liter), Kabupaten Karawang (1.169.000 liter), Kabupaten Tasikmalaya (640.000 liter), Kabupaten Subang (636.000 liter), Kabupaten Garut (567.000 liter), Kota Banjar (525.000 liter), Kabupaten Bandung (443.500 liter), dan Kabupaten Sumedang (337.500 liter).

Adapun untuk wilayah lainnya mencakup Kota Sukabumi (248.000 liter), Kota Cirebon (238.000 liter), Kabupaten Indramayu (227.000 liter), Kabupaten Cianjur (220.000 liter), Kota Depok (182.000 liter), Kabupaten Sukabumi (138.000 liter), Kabupaten Cirebon (117.000 liter), Kota Cimahi (110.000 liter), Kota Bandung (75.000 liter), Kabupaten Majalengka (35.000 liter), Kabupaten Kuningan (35.000 liter), Kota Bogor (32.000 liter), serta Kota Bekasi (30.000 liter).

Keberhasilan penyaluran 40,75 juta liter air bersih tersebut, kata dia, ditopang oleh kerja sama 12 lembaga dan instansi teknis.

BPBD Jabar tercatat menjadi kontributor terbesar dengan menyuplai 25.775.000 liter, disusul Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 4.113.075 liter, dan PDAM sebesar 4.091.000 liter.

Dukungan pasokan air juga mengalir dari Kementerian Pekerjaan Umum (2.419.400 liter), Tagana (980.000 liter), elemen komunitas (898.800 liter), dunia usaha (830.000 liter), lembaga swadaya (814.000 liter), Baznas (241.000 liter), Kodim (70.000 liter), Polres (59.000 liter), serta pemadam kebakaran/Damkar (42.000 liter).

Masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat air bersih diimbau untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau mengontak Call Center BPBD Jawa Barat di nomor 0899-9404-629.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.