Menbud Ajak Masyarakat Lestarikan Kebudayaan Melayu

Selasa, 20 Okt 2026, 17:43 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mendorong pelestarian budaya Melayu sebagai identitas nasional yang memperkuat persatuan bangsa Indonesia. Menurut dia, kekayaan tradisi Melayu juga berpotensi menggerakkan ekonomi budaya sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di tengah keberagaman.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Arak-arakan Keberagaman Riau 2026 dalam rangka Hari Kebudayaan di Pekanbaru, Riau. Kegiatan yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau tersebut berlangsung di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau.

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan

Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai upaya merayakan keberagaman sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Melayu kepada masyarakat luas. Ia menilai, kegiatan budaya seperti ini dapat memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

"Arak-arakan ini memperlihatkan keberagaman budaya Riau yang menjadi kekayaan bersama bangsa Indonesia. Keberagaman tersebut merupakan megadiversity atau kekayaan budaya luar biasa yang harus terus dijaga," ujar Menbud Fadli dalam keterangan pers pada Senin (19/10).

Ia kemudian menjelaskan bahwa Indonesia memiliki perjalanan peradaban panjang yang tercermin melalui berbagai peninggalan sejarah dan ekspresi kebudayaan masyarakat. Salah satu buktinya ialah lukisan gua berusia sekitar 67.800 tahun yang menunjukkan panjangnya sejarah peradaban Nusantara.

Ia menyebut kebudayaan mencakup berbagai unsur, mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, hingga adat istiadat. Indonesia memiliki 3.277 warisan budaya takbenda, 1.485 cagar budaya, serta 16 warisan budaya takbenda yang telah tercatat UNESCO.

"Budaya memiliki kekuatan sebagai pemersatu sekaligus sumber identitas bangsa Indonesia. Karena itu, pelestarian tradisi Melayu perlu diperkuat agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal generasi mendatang," kata Menbud Fadli.

Pemerintah berencana mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO bersama Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Ia juga mendorong penguatan museum serta cagar budaya di Riau agar sejarah dan tradisi daerah semakin dikenal masyarakat.

Menurut dia, pengembangan museum dan cagar budaya tidak hanya menjaga warisan peradaban, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pariwisata. Pengelolaan potensi budaya yang berkelanjutan diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Penetapan Hari Kebudayaan setiap 17 Oktober merujuk pada ketentuan lambang negara Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan bangsa yang perlu dirawat bersama.

"Generasi muda perlu terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk arak-arakan yang menampilkan tradisi daerah. Keterlibatan mereka penting untuk memastikan warisan budaya tetap berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.