Telkom Susun Strategi Bisnis hingga 2030, Investasi Data Center dan AI Jadi Prioritas
Selasa, 20 Okt 2026, 17:05 WIBJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyusun arah pengembangan bisnis seluruh entitas TelkomGroup hingga 2030 untuk memperkuat daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital. Langkah ini dilakukan melalui Portfolio Forum di Telkom Landmark Tower, Jakarta, sebagai bagian dari percepatan transformasi TLKM 30.
Forum tersebut mempertemukan manajemen Telkom dengan jajaran direksi perusahaan operasional atau operating company (OpCo) untuk menyelaraskan strategi bisnis di tingkat grup. Melalui penyelarasan ini, Telkom ingin memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dan saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.
Pengembangan portofolio menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital, mulai dari konektivitas dan pusat data hingga solusi teknologi bagi perusahaan serta pemerintah. Pembagian peran yang terarah diharapkan dapat membuat layanan TelkomGroup lebih terpadu sekaligus meningkatkan kontribusi setiap entitas terhadap pertumbuhan bisnis.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, perusahaan induk memiliki peran untuk mengoordinasikan seluruh kekuatan bisnis grup agar bergerak menuju tujuan yang sama. Strategi portofolio yang selaras diharapkan dapat memperkuat kontribusi setiap perusahaan terhadap pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia.
"Sebagai strategic holding, peran Telkom bukan sekadar mengelola anak usaha, melainkan mengorkestrasi kekuatan seluruh grup agar bergerak dalam satu arah. Dengan strategi dan peta jalan portofolio yang searah dan sejalan, setiap entitas TelkomGroup dapat saling menguatkan dan memberikan kontribusi optimal bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia."
Dalam forum tersebut, Telkom membahas Group Portfolio Strategic Orchestration (GPSO) 2026â2030 sebagai kerangka strategi bersama bagi seluruh entitas TelkomGroup. Kerangka ini dirancang untuk menjadi acuan pengembangan bisnis, pengelolaan portofolio, dan pengambilan keputusan investasi hingga 2030.
GPSO bertumpu pada tiga pilar utama, yakni tata kelola portofolio, orkestrasi lintas entitas, dan disiplin prioritas investasi. Tata kelola portofolio ditujukan untuk memperjelas kewenangan serta mempercepat pengambilan keputusan yang akuntabel, sedangkan orkestrasi lintas entitas mendorong setiap anak usaha menghadirkan layanan yang saling melengkapi.
Pilar ketiga menitikberatkan pada disiplin investasi agar alokasi modal diarahkan pada inisiatif yang memberikan dampak terbesar bagi pertumbuhan jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, TelkomGroup berupaya menjaga efektivitas penggunaan modal sekaligus memperkuat fondasi bisnis digital.
Seno menegaskan bahwa tata kelola dan disiplin investasi menjadi bagian penting dari upaya perusahaan mendukung pembangunan ekosistem digital nasional. Kolaborasi ant perusahaan dalam grup juga diharapkan mampu memperkuat kesiapan TelkomGroup dalam memenuhi kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor.
âKejelasan peran dan kolaborasi lintas entitas membuat TelkomGroup semakin siap menjawab kebutuhan transformasi digital Indonesia dan memperkuat kedaulatan digital bangsa.â
Dalam pengembangan bisnis ke depan, TelkomGroup akan mengarahkan investasi secara selektif pada sejumlah infrastruktur strategis. Prioritas tersebut mencakup penguatan jaringan fiber optik domestik dan internasional, penambahan kapasitas pusat data untuk mengantisipasi kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta modernisasi jaringan guna meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan.
Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing portofolio sekaligus membuka peluang pertumbuhan pada segmen bisnis konsumen atau business-to-consumer (B2C) dan korporasi atau business-to-business (B2B). Namun, penentuan investasi tetap mengacu pada prioritas bisnis, disiplin penggunaan modal, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Portfolio Forum turut melibatkan sejumlah perusahaan dalam ekosistem TelkomGroup, antara lain Telkomsel, InfraNexia, Mitratel, NeutraDC, Telkomsat, Telin, Telkom Akses, TelkomInfra, Digiserve, TelkomMetra, dan Infomedia. Kegiatan tersebut diisi dengan sesi berbagi wawasan mengenai pengelolaan strategic holding, pemaparan strategi dan peta jalan portofolio, serta diskusi panel mengenai pengembangan bisnis dan kolaborasi lintas entitas.
VP Integrated Portfolio Management Telkom Ervia Tissyaraksita Devi mengatakan, forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara perusahaan induk dan entitas operasional untuk memastikan strategi dapat diterapkan secara konsisten. Masukan dari masing-masing perusahaan juga menjadi bahan evaluasi dalam menyelaraskan arah pengembangan portofolio.
âPortfolio Forum menjadi ruang dialog dua arah antara Telkom sebagai holding dan operating company. Masukan dari setiap entitas menjadi bahan penting agar strategi portofolio yang telah disepakati dapat dijalankan secara konsisten dan memberikan nilai nyata, baik bagi pelanggan maupun bagi TelkomGroup secara keseluruhan,â tutup Ervia.
Melalui penyelarasan strategi hingga 2030, Telkom menargetkan pengelolaan portofolio yang lebih terarah dan kolaborasi bisnis yang semakin kuat di seluruh ekosistemnya. Penguatan konektivitas, pusat data, dan infrastruktur digital menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mendukung pertumbuhan layanan digital secara berkelanjutan.
- Data Center
- Investasi
- Infrastruktur Digital
- TelkomGroup
- Telkom Indonesia
- TLKM 30
- Transformasi Digital
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dari Sumber Daya Lokal ke Pasar Global, Fesyen-Kriya RI Didorong Naik Kelas
-
Gen Z Jakarta Harus Banyak Dikenalkan Peluang-peluang Menanam Modal
-
NetApp Hadirkan Operasi Otonom Berbasis AI untuk Infrastruktur Hibrida
-
Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Kuasai Masa Depan AI AS
-
Klasemen Berubah! Italia Tekuk Turki 3-1 dan Naik ke Peringkat Dua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.