Menteri PPPA Sebut Anak Belum Pahami Risiko Kekerasan di Ranah Daring
Selasa, 20 Okt 2026, 17:45 WIBBANTEN - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mengatakan bahwa kecepatan anak-anak dalam mengakses teknologi belum dibarengi dengan kemampuan anak dalam mengenali dan menghadapi risiko kekerasan di ranah daring.
"Ada kesenjangan di mana kecepatan anak-anak kita dalam mengakses internet ini tidak seiring sejalan dengan kemampuan anak untuk mengenali dan menghadapi risikonya," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam acara Lokakarya Pengintegrasian Perlindungan Anak di Ruang Digital ke dalam Kebijakan Daerah, di Tangerang, Banten, Selasa (20/10).
Hal ini diketahui dari hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2024 yang mencatat bahwa masih banyak anak Indonesia yang menghadapi berbagai bentuk kekerasan di ruang digital termasuk perundungan siber dan kekerasan seksual non kontak.
Menurut dia, kerentanan anak menghadapi potensi kekerasan di ruang digital tidak lepas dari peningkatan yang signifikan jumlah anak pengguna internet saat ini.
Berdasarkan data dari BPS tahun 2020, persentase anak-anak yang menggunakan internet mencapai 49,59 persen.
Kemudian pada tahun 2024, tercatat persentase anak pengguna internet naik menjadi 73,90 persen.
"Angkanya hampir dua kali lipat. Ini peningkatan yang luar biasa karena waktu itu juga bertepatan dengan adanya COVID-19 sehingga proses belajar mengajar menggunakan internet sebagai sarana mereka untuk tetap bisa belajar. Ternyata hal ini masih berkelanjutan bagaimana anak-anak akhirnya bebas berselancar di dunia maya," kata Arifah Fauzi.
Dalam melindungi anak di ruang digital, Kementerian Komdigi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
PP tersebut kemudian dikuatkan oleh KemenPPPA yang mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Pelindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan.
"Ada 3 strategi utama dalam Peta Jalan ini. Yang pertama adalah pencegahan. Kedua penanganan, dan yang ketiga kolaborasi," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
- Anak
- Ranah Daring
- MenPPPA
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
-
Institut Nobel Tolak Tawaran María Machado Berikan Hadiah Perdamaian ke Trump
-
Pemkot: Kota Bandung Siap Hadapi Porprov dan Peparda 2026
-
Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu 1,7 Km Ditargetkan Rampung 2027
-
Apakah Kabupatan/Kotamu Termasuk Inovatif untuk Kemajuan Ekraf?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.