Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tangkapan, Pemerintah Pusat Bangun Kampung Nelayan
Senin, 19 Okt 2026, 11:45 WIBKUPANG â Pemerintah pusat membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Uiasa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau, untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan ikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
"KNMP adalah salah satu program prioritas pemerintah pusat yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Sehingga kebijakan Bapak Presiden Prabowo untuk menolong masyarakat khususnya di daerah-daerah pesisir dapat terealisasi,â kata Bupati Kupang, Yosef Lede, di Kupang, Senin (19/10).
Ia menjelaskan KNMP tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas penampungan dan penyimpanan dingin (cold storage), sehingga hasil tangkapan nelayan dapat terjaga kualitasnya, tidak rusak, dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
"Selama ini, kita sering kali panen ikan melimpah, tetapi tidak tahu harus disimpan di mana atau dijual ke mana. Hasil tangkapan yang banyak justru cepat rusak dan harganya jatuh. Kehadiran Kampung Nelayan ini menjawab persoalan tersebut. ikan bisa ditampung, disimpan, dan dipasarkan dengan lebih teratur," ujarnya.
Ia juga menekankan konsep keterpaduan antara Kampung Nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang berdiri berdampingan. Kedua fasilitas ini harus dikelola secara terpadu agar sama-sama hidup dan memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
"Saya sudah berpesan kepada seluruh pengelola Koperasi Desa Merah Putih jangan berdiri sendiri-sendiri tanpa inovasi, karena itu tidak akan bertahan lama. Koperasi dan Kampung Nelayan harus saling menopang, hasil tangkapan ditampung dan dipasarkan melalui koperasi, sehingga roda ekonomi berputar di tempat sendiri. Saya sudah melihat keberhasilan model ini di Desa Sulamu, dan saya ingin model yang sama berhasil juga di Semau," tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan awal dari perubahan ekonomi baru bagi masyarakat Semau.
"Kita memiliki rencana Kampung Nelayan yang telah dirancang dengan matang. Namun, di samping aspek fisik dan ekonominya, aspek sosial masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Saya berharap konsep terintegrasi yang sedang dibangun ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," ujar dia.
Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana Franchy Christian Liufeto mengatakan terkait KNMP harus disertai dengan pengelolaan sumber daya laut yang bijaksana, mengingat ketersediaan ikan di alam semakin menurun.
"Kita menyadari bahwa jumlah dan ukuran ikan yang tertangkap nelayan saat ini terus berkurang dari waktu ke waktu. Ini menjadi tugas bersama kita untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara berkelanjutan. Di sinilah peran kami, dosen dan mahasiswa FPKP Undana siap hadir bersama masyarakat dan Pemkab Kupang untuk melakukan pendataan, pengkajian stok ikan, serta pendampingan teknis agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga dan berkualitas," ujarnya.
- Kampung Nelayan Merah Putih
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemensos Uji Coba Gerakan Peduli Tetangga, Bansos Mulai Terintegrasi Digital
-
Program Inseminasi Buatan Kerbau untuk Cegah Kepunahan
-
Warga Perlu Diedukasi Hadapi Bencana
-
Tingkatkan Pengamanan, Patroli Patok Perbatasan Indonesia–Malaysia Digelar
-
Soal Kuota Internet, Menkomdigi Terbitkan SE Wajibkan Operator Seluler Patuhi Putusan MK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.