- Home
-
- Megapolitan
-
- Warga Perlu Diedukasi Hada...
Warga Perlu Diedukasi Hadapi Bencana
Rabu, 09 Sep 2026, 01:05 WIBJAKARTA â Belakangan makin beragam jenis bencana yang muncul. Untuk itu, sudah sepatutnya, warga mendapat edukasi cara menghadapi kebencanaan. âEdukasi akan memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam seperti gempa bumi dan erupsi,â ungkap Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, Selasa.
Menurut Yuke, rakyat perlu mengikuti imbauan pemerintah dan tidak mengabaikan potensi bencana yang dapat terjadi. Untuk itu, mitigasi harus dipersiapkan sejak dini agar warga tidak panik ketika terjadi bencana. âKita harus mempersiapkan segala macam situasi melalui persiapan mitigasi,â ujar Yuke, Selasa (8/9).
Dia mendorong sosialisasi dan pelatihan kebencanaan dilakukan secara rutin, khususnya di sekolah dan perkantoran. Warga perlu memahami jalur evakuasi, langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa, hingga hal-hal yang perlu dihindari. âLebih baik kita siap. Pelatihan-pelatihan bencana juga mutlak dilatih,â katanya.
Yuke juga minta warga menyiapkan tas bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti dokumen penting, lampu darurat, baterai cadangan, makanan instan, hingga perlengkapan darurat lainnya. Di tengah kondisi kekeringan, Yuke turut mengingatkan warga agar menghemat penggunaan air. Menurutnya, penyiraman untuk mengantisipasi dampak erupsi tetap diperlukan, tetapi harus diimbangi dengan penghematan air.
âSekarang lagi kering dan erupsi. Kita harus terus menyiram rutin, tetapi di sisi lain juga harus menghemat air,â tuturnya. Dia minta masyarakat menggunakan air secukupnya. Selain itu, menjaga cadangan air lantaran sejumlah embung dan sungai mulai kering. âTerpenting masyarakat harus sadar bahwa saat ini kita perlu menyiapkan diri sampai mungkin berapa bulan ke depan. Jadi betul-betul harus hemat air,â tandasnya.
Tangerang Siaga
Hal serupa dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten. Pemkot menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ada sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), musim kemarau, kekeringan, dan dampak perubahan iklim. âTerkait sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau saya minta warga tidak panik. Tetap menggunakan masker saat aktivitas di luar rumah,â tutur Wali Kota Tangerang, Sachrudin.
âJangan banyak melakukan kegiatan di ruang terbuka kecuali mendesak dan penting. Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh bagi murid sekolah untuk melindungi siswa,â ujar Sachrudin. Sementara itu, untuk antisipasi dampak kemarau jangka panjang, lanjut dia, perlu dilakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis) guna solusi jangka panjang seperti normalisasi.
âKalau benar terjadi, kemarau ini hingga awal tahun depan sesuai dengan informasi awal BPBD dan Kali Cisadane jadi kering. Maka, perlu kita antisipasi melalui normalisasi guna menjaga ketersediaan air bersih,â ujarnya. Sachrudin juga menegaskan semakin cepat potensi risiko dikenali, tambah besar peluang pemerintah mengurangi dampaknya.
Maka, koordinasi antara jajaran wilayah, perangkat daerah dan instansi terkait harus diperkuat. Dengan begitu, setiap potensi bencana dapat diantisipasi serta ditangani secara cepat tepat. âJangan menunggu sampai ada kejadian baru bertindak,â ujarnya.
Sedangkan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan minta camat dan lurah tidak ragu mengambil tindakan terhadap persoalan warga yang berpotensi memicu bencana maupun mengganggu ketertiban. Dia mencontohkan kebakaran timbunan sampah dari TPS liar sebagai persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Ini momentum bagi jajaran untuk lebih tegas dalam mencegah.
âKejadian terbakarnya timbunan sampah dari TPS liar harusnya menjadikan kita tidak ragu bertindak tegas sebagai pejabat yang bertanggung jawab. Jangan takut, apalagi merasa tidak enak berhadapan dengan oknum, sekalipun tokoh tertentu. Lakukan dialog, koordinasi, dan tunjukkan kepemimpinan,â pesan Maryono.
Menurut Maryono, kepemimpinan di tingkat wilayah bukan hanya menyelesaikan persoalan setelah terjadi. Mereka juga memastikan potensi masalah dapat dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman lebih besar. âYang kita jaga bukan hanya ketertiban, tetapi keselamatan rakyat,â ujarnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Kartu BPJS Mati Tiba-tiba? Ini Cara Mudah Aktifkan Kembali Tanpa Harus Bayar Lunas Sekaligus!
-
Bank Dunia Bakal Hentikan Pinjaman ke Tiongkok pada 2031, Ini Sikap Beijing
-
Antisipasi Dampak El Nino, BPBD Mataram Siagakan 30.000 Liter Air Bersih
-
Pelatihan mitigasi bencana bagi siswa SD di Bekasi
-
Budaya Mitigasi Bencana Dimulai dari Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.