Studi IHDC: 68,5 Persen Siswa di SD Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian
📅 Senin, 19 Okt 2026, 17:05 WIB | Oleh: Haryo BronoBerdasarkan temuan tersebut, IHDC mendorong penguatan skrining penglihatan di sekolah yang terhubung dengan pemeriksaan refraksi, penyediaan kacamata medis, serta pemantauan penggunaannya secara berkelanjutan. Pada aspek kesehatan jiwa, IHDC menilai sekolah perlu memiliki jalur pendampingan dan rujukan yang jelas serta lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
“Pemeriksaan perlu berujung pada pertolongan. Anak yang membutuhkan kacamata harus bisa mendapatkannya, dan anak yang mengalami masalah psikologis harus memiliki akses pendampingan. Keberhasilan program perlu terlihat dari kebutuhan anak yang benar-benar tertangani,” pungkas Nila dan Ray.
IHDC menekankan bahwa temuan studi ini terbatas pada populasi siswa di empat SDN yang diteliti, sehingga belum dapat digeneralisasi untuk menggambarkan prevalensi kesulitan kognitif seluruh siswa di Jakarta maupun Indonesia. Kendati demikian, lembaga ini berharap hasil awal tersebut dapat menjadi pijakan penguatan layanan kesehatan sekolah (UKS) serta mendorong penelitian lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!