Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205 Ribu Dosis Vaksin pada 2026
📅 Senin, 19 Okt 2026, 10:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Kesehatan hewan adalah fondasi ketahanan pangan nasional. Ternak bukan hanya sebuah protein hewani, tetapi juga sebuah pendapatan bagi peternak, sehingga penyakit hewan dapat menurunkan produktivitas dan menambah kerugian peternak,” kata Hanan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga menyoroti pentingnya kesiapan vaksin, pemetaan risiko, keakuratan data, serta penguatan kapasitas surveilans dan diagnostik laboratorium. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, turut mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani persoalan rabies di Bali.
Penguatan tersebut menegaskan pentingnya kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan manusia dan hewan, serta masyarakat. Hasil pengujian laboratorium yang akurat menjadi salah satu dasar untuk mendukung pengambilan keputusan dan mempercepat tindak lanjut pengendalian di lapangan.
Kementan mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan hewan berisiko rabies agar segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Pemberian vaksin antirabies (VAR) dan serum antirabies (SAR) dilakukan sesuai penilaian tenaga kesehatan, dengan jadwal vaksinasi yang harus diselesaikan sesuai ketentuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemilik hewan juga diimbau memastikan anjing mendapatkan vaksinasi rabies, tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kejadian gigitan atau perubahan perilaku hewan kepada petugas.
Hendra menegaskan bahwa upaya pencegahan harus berjalan bersama respons cepat untuk melindungi keselamatan masyarakat.
“Jangan menunggu sampai terlambat. Hewan harus divaksin, kejadian gigitan segera dilaporkan, dan korban harus mendapatkan penanganan medis. Semua pihak harus bekerja bersama agar masyarakat terlindungi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementan melalui BBV Denpasar terus memperkuat dukungan pengendalian rabies melalui pelayanan pengujian dan konfirmasi laboratorium untuk peneguhan diagnosis, disertai koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Dengan dukungan vaksinasi, hasil diagnostik yang akurat, serta tindak lanjut yang cepat dan terarah, upaya pengendalian rabies di Bali diharapkan semakin efektif dalam melindungi kesehatan hewan dan keselamatan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!