Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Asap Karhutla, Penyemaian Dry Ice di Sumsel Berlangsung 10 Hari

📅 Senin, 19 Okt 2026, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Asap Karhutla, Penyemaian Dry Ice di Sumsel Berlangsung 10 Hari Doc: BNPB
Ket. Pesawat BNPB akan melakukan OMC dengan bahan semai dry ice pada Jumat (16/10). Operasi dua hari OMC dengan bahan total 2,4 ton disemai di atas langit Sumatera Selatan pada 15 - 16 Oktober 2026.

PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan penyemaian dry ice dijadwalkan selama 10 hari atau hingga 24 Oktober 2026 sebagai upaya mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Minggu (18/10), mengatakan penyemaian 24 Oktober 2026 telah dimulai sejak Kamis (15/10) melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Alhamdulillah, kita mendapatkan kontrak dari Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BMKG untuk pelaksanaan OMC dry ice selama 10 hari ke depan. Nanti pelaksanaannya kita evaluasi setiap hari,” katanya.

Penyemaian tersebut menunjukkan hasil awal berupa peningkatan jarak pandang di Palembang dari sebelumnya sekitar 25 meter menjadi 2.000 meter.

Kemudian, indeks standar pencemar udara (ISPU) di Palembang juga mengalami penurunan setelah penyemaian dilakukan. Sebelumnya, kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori berbahaya.

Sementara itu, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan natrium klorida (NaCl) masih menunggu perkembangan awan hujan yang berpotensi mendukung kegiatan tersebut.

Sehingga, penyemaian dry ice diharapkan dapat membantu mengangkat lapisan asap ke atmosfer, sehingga membuka peluang terbentuknya bibit awan hujan.

Apabila perkembangan awan hujan mulai terlihat, BPBD Sumsel akan menyampaikan informasi tersebut kepada BMKG sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan OMC menggunakan NaCl.

Kondisi tersebut juga diharapkan memungkinkan helikopter melaksanakan operasi pengeboman air (water bombing) guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap di Sumsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Dinas Kebudayaan DKI Manfaa...
Daerah
Waspadai Banyak Kosmetik Il...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.