Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyakit LSD Masuk Bali, Sektor Peternakan Dalam Tekanan

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 08:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penyakit LSD Masuk Bali, Sektor Peternakan Dalam Tekanan Doc: ANTARA/HO-Kementan
Ket. Kementan menyalurkan 400 dosis vaksin darurat untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) guna melindungi ternak sapi milik peternak di Kabupaten Jembrana, Bali.

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 400 dosis vaksin darurat untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dilengkapi obat hewan, multivitamin, desinfektan, dan alat kesehatan guna melindungi ternak sapi milik peternak di Kabupaten Jembrana, Bali. Langkah ini dilakukan untuk memutus penularan LSD yang sempat menjangkiti puluhan sapi dan berpotensi mengganggu ekonomi peternak.

Bantuan diserahkan Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Sabtu (17/1). Ini merupakan tahap pertama bantuan Kementan sebagai respons darurat atas terdeteksinya penyakit LSD di Kabupaten Jembrana.

"Hari ini kami menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan," ungkap Kembang.

Dia menambahkan bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan penyebaran LSD pada sapi. Dirinya mengapresiasi kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat peternak.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengimbau peternak agar segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit sapi, tidak memasukkan dan mengeluarkan ternak dari kandang di zona tertular, serta menjaga kebersihan kandang untuk mengurangi habitat vektor pembawa penyakit.

"Petugas akan langsung memeriksa dan mendiagnosa apakah itu suspek LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat dan laporkan ke petugas agar segera mendapatkan penanganan," ujar Hendra.

Cegah Kerugian

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menegaskan pengendalian penyakit hewan menular merupakan tanggung jawab negara untuk melindungi keberlanjutan usaha peternak rakyat. Hal itu disampaikan saat mendampingi Menteri Pertanian meninjau kesiapan hilirisasi ayam di Bone, Sulawesi Selatan.

Dia menekankan pentingnya kehadiran negara sejak awal ketika muncul ancaman penyakit, agar peternak tidak menanggung risiko sendiri. Upaya seperti vaksinasi darurat, pembatasan lalu lintas ternak, serta pendampingan teknis di lapangan dinilai krusial untuk mencegah kerugian berkepanjangan.

Seperti diketahui, kasus di Kabupaten Jembrana menjadi introduksi pertama penyakit LSD di Bali, yang terdeteksi pada 24 Desember 2025. Awalnya, Balai Besar Veteriner Denpasar menerima laporan sapi dengan gejala benjolan kulit, demam, dan pembengkakan leher.

Pengambilan sampel dilakukan pada 26 Desember 2025, dan hasil uji PCR pada 27 Desember 2025 memastikan ternak tersebut positif LSD. Investigasi lapangan kemudian dilanjutkan pada 5 Januari 2026 di Desa Baluk, Kecamatan Negara, serta wilayah terdampak lainnya.

Dari hasil pemantauan, tercatat 28 ekor sapi positif LSD, dengan dua ekor dilaporkan mati. Sumber penularan diduga berasal dari masuknya ternak terinfeksi secara ilegal dari luar Bali. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.