Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Klub dengan Propaganda Nazi

8 Minggu, 18 Okt 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Klub dengan Propaganda Nazi Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Klub dengan Propaganda Nazi Doc: La Liga
Ket. Presiden La Liga Javier Tebas.

MADRID – Real Madrid menuntut Presiden La Liga Javier Tebas segera mengundurkan diri setelah petinggi kompetisi sepak bola Spanyol itu membandingkan retorika manajemen klub dengan metode propaganda yang digunakan Partai Nazi di Jerman.

Tuntutan tersebut disampaikan pada hari Sabtu (17/10), di tengah hubungan yang semakin memanas antara kedua pihak.

Perselisihan terbaru ini bermula setelah Tebas menulis di media sosial bahwa manajemen Real Madrid mengendalikan sejumlah pihak untuk menyuarakan pesan yang sama. Ia juga menuding Real Madrid TV menjadi corong narasi yang dibangun oleh manajemen klub.

“Manajemen Real Madrid mengarahkan sebuah orkestra yang terdiri atas para juru bicara, sementara Real Madrid TV memimpin nyanyiannya,” tulis Tebas.

Presiden LaLiga itu merespons artikel yang ditulis dua jurnalis di surat kabar El Debate. Kedua artikel tersebut menyebut Tebas dan LaLiga bertindak berlawanan dengan kepentingan Real Madrid. Tebas menilai para penulis artikel itu turut memperkuat pesan yang disampaikan atas nama manajemen klub. Reuters telah meminta El Debate memberikan tanggapan.

Tebas kemudian mengkritik pemberitaan Real Madrid TV mengenai keputusan wasit dalam pertandingan yang melibatkan klub berjuluk Los Blancos tersebut.

“Pola mereka selalu sama: memilih tayangan yang menguntungkan mereka, mengulang keluhan, memelihara kecurigaan, dan menunjuk pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh,” tulis Tebas.

Ia lantas membandingkan metode pemberitaan tersebut dengan propaganda yang digunakan “Metode itu mengingatkan pada mekanisme propaganda yang digunakan Goebbels, Menteri Propaganda Jerman Nazi,” tulis Tebas.

Namun, ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut ditujukan pada teknik propaganda, bukan pada ideologi Nazi maupun para pendukung Real Madrid.

Real Madrid merespons pernyataan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut Tebas mundur dari jabatannya sebagai Presiden LaLiga sekaligus Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).

Klub ibu kota Spanyol itu menyebut pernyataan Tebas sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan sangat serius karena menggunakan perbandingan dengan metode propaganda rezim Nazi untuk mendiskreditkan klub, manajemen, serta saluran televisi mereka.

“Perilaku Tebas yang berulang kali seperti ini menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab institusionalnya,” demikian pernyataan Real Madrid.

Klub tersebut juga mempersoalkan tindakan Tebas yang dinilai mengaitkan Real Madrid dengan informasi, pertanyaan, atau opini yang disampaikan jurnalis di luar organisasi klub.

“Tidak dapat diterima bahwa ia bahkan memanfaatkan pertanyaan, informasi, atau opini dari jurnalis yang tidak terkait dengan klub untuk mengarahkan tuduhannya kepada kami, dengan mengaitkan tindakan pihak ketiga kepada Real Madrid, padahal kami tidak bertanggung jawab atas tindakan tersebut,” lanjut pernyataan itu.

Konflik antara Real Madrid dan Tebas bukan kali pertama terjadi. Pada September, Real Madrid telah menyerukan perlunya presiden baru LaLiga setelah Tebas menyebut keluhan klub mengenai keputusan wasit sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kekurangan mereka di lapangan.

Perselisihan ini berlangsung ketika Real Madrid tetap memiliki posisi penting dalam struktur kompetisi. LaLiga pada Jumat mengonfirmasi bahwa Real Madrid termasuk di antara enam klub yang akan duduk di Komite Eksekutif liga untuk musim ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...

Persib Sesumbar Akan Tundukkan Java United Malam Ini

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.