Pemkab Karawang Lakukan Penyiraman untuk Atasi Debu Dampak Proyek Perbaikan Jalan Tuparev
Rabu, 14 Okt 2026, 08:22 WIBKARAWANG â Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan penyiraman di lokasi proyek pemeliharaan jalan Tuparev yang meliputi kegiatan bongkar-pasang paving block untuk mengurangi dampak debu akibat proyek tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karawang Rusman di Karawang, Rabu (14/10), menyampaikan penyiraman air di sekitar lokasi proyek jalan yang menggunakan paving block itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
"Sekitar 5.000 liter air disiapkan per hari untuk melakukan penyiraman di sekitar lokasi proyek jalan," katanya.
Ia menyampaikan penyiraman dilakukan secara berkala sebagai upaya meminimalisasi debu yang timbul selama proyek pekerjaan perbaikan jalan.
"Penyiraman dijadwalkan pada malam hari saat volume kendaraan berkurang. Kegiatan penyiraman ini dilakukan selama proyek pemeliharaan jalan Tuparev berlangsung," kata dia.
Menurut dia, pemeliharaan jalan Tuparev ini mencakup perbaikan paving block yang rusak di sejumlah segmen. Pekerjaan dilakukan dengan mengangkat material lama, memperbaiki bagian hamparan, kemudian memasang material baru.
Kegiatan pemeliharaan jalan Tuparev ini dilakukan di sepanjang 502 meter dan lebar 15 meter, dengan anggaran sebesar Rp597,132 juta yang bersumber dari APBD Karawang.
Proyek ini dilaksanakan selama 60 hari kalender terhitung sejak 31 Agustus hingga 29 Oktober 2026.
Menurut dia, kegiatan pemeliharaan jalan ini bertujuan menjaga kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karawang mempertahankan kekhasan jalan Tuparev sekaligus melestarikan karakter kawasan perkotaan Karawang.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebutkan perbaikan jalan Tuparev dilakukan dengan mempertahankan penggunaan paving block sebagai bagian dari karakter kawasan Jalan Tuparev.
Ia menyampaikan penggunaan paving block di jalan Tuparev dipertahankan, karena memiliki kelebihan dalam hal pemeliharaan.
Ia menyebut ketika terjadi kerusakan pada bagian tertentu, perbaikannya bisa dilakukan lebih mudah, tanpa harus membongkar dan melakukan pengecoran atau pembetonan secara keseluruhan.
Keputusan mempertahankan paving block juga berkaitan dengan upaya Pemkab Karawang dalam membangun identitas kawasan perkotaan yang memiliki ciri khas.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Jadi Pusat Diplomasi ASEAN, Pemprov DKI Dorong Kerja Sama Kawasan
-
Rencana Kenaikan Tarif BPJS 2026, Menkes Bilang Begini!
-
Ebola Tak Kunjung Reda, Kongo Berada di Ambang Kolaps
-
Al Azhar Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT dan Karhutla di Daerah
-
225 Orang Berebut Kursi Kades di Pilkades Serentak Karawang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.