Feyenoord vs Como: Tuan Rumah Bidik Kebangkitan, Tim Debutan Italia Datang dengan Ambisi Besar

Rabu, 14 Okt 2026, 07:30 WIB

ROTTERDAM – Feyenoord akan berusaha melanjutkan tren positif sekaligus menebus kekalahan telak pada pertandingan pembuka saat menjamu Como dalam lanjutan fase liga Liga Champions, Kamis (15/10) dini hari WIB. Duel di De Kuip ini mempertemukan wakil Belanda yang sedang menanjak dengan klub Italia yang mengawali debutnya di kompetisi elite Eropa secara mengesankan.

Como, yang ditangani Cesc Fabregas, mencuri perhatian setelah melumat RB Leipzig 4-1 dalam penampilan pertama mereka di Liga Champions. Sebaliknya, Feyenoord harus menelan kekalahan 1-5 dari Barcelona di Camp Nou pada laga pembuka.

Ket. Foto: Ilustrasi pemain Como. — Sumber: UEFA

Namun, kekalahan di Catalunya tampaknya menjadi titik balik bagi Feyenoord. Setelah takluk dari juara bertahan La Liga tersebut, klub Rotterdam itu bangkit dan menyapu bersih tiga pertandingan liga domestik berikutnya.

Feyenoord mencetak tujuh gol saat menghadapi PEC Zwolle, membukukan lima gol ketika mengalahkan FC Utrecht, lalu menundukkan AZ Alkmaar dengan skor 2-0. Kemenangan terakhir itu sekaligus mengakhiri catatan tidak terkalahkan AZ di kompetisi kasta tertinggi Belanda selama tujuh bulan.

Rangkaian hasil tersebut mengangkat Feyenoord ke puncak klasemen sementara Eredivisie. Modal itu diharapkan menjadi bekal bagi tim asuhan Giovanni van Bronckhorst untuk kembali menemukan performa terbaik di Eropa.

Meski demikian, Feyenoord tetap harus memperbaiki catatan pertemuan dengan klub Italia. Dari tujuh pertandingan menghadapi wakil Italia, mereka hanya sekali meraih kemenangan. Pada babak 16 besar Liga Champions musim 2024/2025, Feyenoord juga kalah 0-2 dan 1-2 dari Inter Milan.

Tantangan menghadapi Como pun tidak bisa dianggap ringan. Feyenoord saat ini berada di peringkat ke-33 dari 36 tim dalam klasemen fase liga, sehingga membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisinya.

Como datang ke Rotterdam dengan kepercayaan diri setelah kemenangan besar atas Leipzig. Namun, performa mereka di Serie A belakangan ini belum konsisten.

Sebelum menghadapi Leipzig, tim asuhan Fabregas mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan awal liga. Setelah kemenangan di Eropa itu, Como mengalahkan Parma 2-1, kalah 0-2 dari Frosinone yang baru promosi, kemudian bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma.

Hasil imbang pada Minggu tersebut menjadi pertandingan pertama Serie A musim ini yang berakhir 0-0. Catatan itu sekaligus mengakhiri rangkaian 53 pertandingan liga tanpa hasil imbang tanpa gol sejak awal musim.

Hasil melawan Roma juga memperpanjang kesulitan Como dalam urusan mencetak gol di kompetisi domestik. Mereka gagal membobol gawang lawan dalam dua pertandingan liga secara beruntun untuk pertama kalinya sejak Desember 2025, ketika kalah dari Inter Milan dan Roma.

Situasi itu menjadi perhatian menjelang laga melawan Feyenoord. Como ingin segera kembali produktif agar tidak mengalami tiga pertandingan beruntun tanpa mencetak gol di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak Fabregas menangani tim tersebut.

Di sisi lain, Como masih memiliki alasan untuk optimistis. Setelah pertandingan kedua fase liga, mereka berupaya mempertahankan posisi di delapan besar klasemen, yang menjadi jalur penting menuju babak 16 besar secara langsung.

Feyenoord memiliki sejumlah pemain yang bisa menjadi pembeda di lini serang. Nacho Ferri mulai menunjukkan ketajamannya setelah Ayase Ueda pindah ke Lille.

Ferri mencetak gol dalam tiga penampilan beruntun. Ia membukukan hattrick ketika menghadapi PEC Zwolle, lalu kembali mencetak gol masing-masing saat Feyenoord mengalahkan Utrecht dan AZ Alkmaar.

Namun, ancaman Feyenoord tidak hanya datang dari Ferri. Gjivai Zechiel, Anis Hadj Moussa, dan Luciano Valente juga memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi penting di lini serang.

Feyenoord tetap menghadapi persoalan kebugaran pemain. Thomas Beelen, Jordan Bos, Bart Nieuwkoop, Reiss Nelson, Gijs Smal, dan Shaqueel van Persie dipastikan absen karena cedera. Gonçalo Borges, Tsuyoshi Watanabe, serta Jakub Moder masih diragukan tampil.

Sementara itu, Como hanya dipastikan kehilangan Moise Kean yang mengalami cedera kaki saat jeda internasional. Namun, Maxence Caqueret, Jayden Addai, Mauro Vigorito, Adrian Lahdo, Willy Kambwala, dan Edoardo Goldaniga tidak masuk dalam skuad yang disiapkan untuk pertandingan ini.

Martin Baturina, pencetak gol pertama Como di Liga Champions sekaligus penyumbang assist dalam pertandingan melawan Leipzig, berpeluang kembali tampil. Ia kemungkinan berkolaborasi dengan Nico Paz, yang mencatatkan dua assist saat menghadapi klub Jerman tersebut.

Assane Diao dan Anastasios Douvikas juga berpeluang mengisi lini depan untuk memperkuat daya serang Como.

Pertandingan di De Kuip diperkirakan berlangsung menarik. Feyenoord memiliki momentum positif dan dukungan publik sendiri, sedangkan Como membawa kepercayaan diri dari kemenangan besar pada laga debut Eropa mereka. Konsistensi di depan gawang akan menjadi salah satu faktor penentu bagi kedua tim.

Perkiraan susunan pemain

Feyenoord: Ernst; Read, St. Juste, Marmol, Lopez; Zechiel, Vanhoutte, Targhalline; Hadj Moussa, Ferri, Valente.

Como: Butez; Couto, Ramon, Chalobah, Valle; Milla, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Douvikas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.