Jakarta Jadi Pusat Diplomasi ASEAN, Pemprov DKI Dorong Kerja Sama Kawasan

Senin, 28 Sep 2026, 20:55 WIB

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi ASEAN dan salah satu simpul penting diplomasi regional. Hal itu disampaikan saat menghadiri Gala Dinner Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/9) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Uus menyampaikan Jakarta terbuka menjadi ruang dialog, kerja sama, serta upaya membangun kepercayaan antarnegara. Ia juga mengapresiasi konsistensi forum yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade dalam mempertemukan berbagai pihak untuk menjembatani perbedaan dan membahas persoalan bersama.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi ASEAN dan salah satu simpul penting diplomasi regional. Hal itu disampaikan saat menghadiri Gala Dinner Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/9) malam. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurut Uus, keberadaan forum tersebut memiliki arti penting dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. Ia sekaligus memperkenalkan Jakarta sebagai kota pesisir yang memiliki hubungan erat dengan laut serta menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang berkaitan dengan wilayah pesisir.

"Jakarta tidak hanya dibentuk oleh dinamika perkotaan, tetapi juga oleh kedekatannya dengan laut. Jakarta terdiri atas lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang mencakup 110 pulau," ujarnya.

Uus menyebut Jakarta memiliki wilayah laut seluas 6.977,5 kilometer persegi. Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir menjadi bagian penting dari identitas dan arah pembangunan Jakarta, terutama dalam menghadapi banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan laut.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, kami terus mendorong pengelolaan kawasan pesisir dan kepulauan secara terpadu guna melindungi masyarakat, memulihkan ekosistem, serta memperkuat ketahanan Jakarta bagi generasi mendatang," katanya.

Perkuat Ketahanan Pesisir

Bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut membangun ketahanan kawasan pesisir melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Salah satu bagian dari program tersebut adalah pembangunan tanggul laut sepanjang 38,9 kilometer.

"Pada saat yang sama, kami juga terus melakukan pemulihan mangrove dan terumbu karang di Kepulauan Seribu untuk menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ekosistem pesisir, dan membantu penyerapan karbon," ungkap Uus.

Menurut Uus, upaya tersebut menjadi bagian dari pengelolaan kawasan pesisir yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat. Pemulihan ekosistem juga menjadi perhatian untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan kawasan menghadapi perubahan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Uus turut mengajak para peserta workshop mengenal Jakarta lebih dekat. Ia menggambarkan Jakarta sebagai kota yang mempertemukan sejarah, budaya, kehidupan modern, serta masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

"Anda dapat menikmati pesona Kota Tua, melihat wajah modern Jakarta melalui gedung-gedung pencakar langitnya, serta menjelajahi berbagai destinasi belanja dan hiburan. Dengan populasi penduduk yang besar dan beragam, Jakarta adalah tempat bertemunya berbagai budaya yang hidup berdampingan secara harmonis," jelasnya.

Jakarta Menuju 500 Tahun

Uus menambahkan, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Berbagai kegiatan festival, agenda budaya, dan perayaan khusus akan digelar sepanjang tahun untuk memperingati perjalanan panjang Jakarta.

"Mari kita nikmati acara malam ini, mempererat persahabatan, sekaligus menikmati kehangatan dan cita rasa khas Jakarta. Semoga Anda memperoleh pengalaman yang berkesan selama berada di Jakarta dan semoga workshop esok hari dapat berlangsung dengan lancar dan produktif," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Muhammad Takdir berharap workshop tersebut dapat menghasilkan respons praktis terhadap berbagai tantangan kawasan yang terus berkembang. Menurutnya, forum dialog dan pembangunan rasa percaya antarpihak tetap diperlukan untuk menjaga kerja sama di tengah perbedaan perspektif.

"Saya percaya bahwa samudra kita dapat menjadi seperti Jakarta: sebuah ruang bersama di mana keberagaman dirangkul, perbedaan perspektif dihormati, dan komunitas memilih kerja sama di tengah perbedaan mereka. Berpedoman pada hal ini, Indonesia siap untuk terus memfasilitasi wadah komunikasi dan pembangunan rasa percaya sebagaimana dicontohkan melalui proses workshop ini," ujarnya.

Gala dinner tersebut turut dihadiri Ketua Prof. Hasjim Djalal Center for Southeast Asian Studies Dino Patti Djalal dan Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Firdaus Ali. Sejumlah jajaran terkait lainnya juga hadir dalam agenda yang menjadi bagian dari rangkaian Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35.

Forum tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan dan berbagai tantangan yang berkaitan dengan Laut Tiongkok Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan Jakarta sebagai ruang yang terbuka bagi dialog dan kerja sama regional, sejalan dengan perannya sebagai salah satu pusat diplomasi di kawasan Asia Tenggara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.