Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Rabu, 14 Okt 2026, 07:52 WIBJAKARTA â Rupiah masih dibayangi tekanan eksternal pada perdagangan tengah peÂkan, terutama akibat ketidakÂpastian geopolitik dan perÂkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Eskalasi konflik global berpotensi mendorong kembali lonjakan harga minyak dunia, sementara data inflasi AS berpotensi meningkat seÂhingga membuka ruang bank sentral setempat (The Fed) meÂnaikkan suku bunga acuannya.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan FuÂtures, Ibrahim Assuabi melihat rupiah kembali melemah menÂjelang rilis data inflasi AS, yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang masing-masing diÂjadwalkan pada Rabu dan KaÂmis pekan ini waktu setempat.
Konsensus pasar memproyekÂsikan CPI AS pada September naik menjadi 0,6 persen secara bulanan (mtm), meningkat dari 0,4 persen pada Agustus.
Karenanya, Ibrahim memÂproyeksikan kurs rupiah terhaÂdap dollar AS dalam perdagangÂan di pasar uang antarbank, Rabu (14/10), bergerak fluktuaÂtif dengan kecenderungan meÂlemah di kisaran 17.900 - 17.950 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar ruÂpiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Selasa (13/10), bergerak menguat 13 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.900 ruÂpiah per dollar AS.
âPenguatan kurs rupiah dipengaruhi pencaÂbutan sanksi AS terhadap bahan bakar minyak (BBM) milik RusÂsia,â ujar Ibrahim di Jakarta.
Dia menambahkan PresiÂden AS Donald Trump menyaÂtakan bahwa Russia sepakat memasok solar ke pasar global, dan pemerintahannya untuk sementara mencabut sanksi AS terhadap bahan bakar Russia, sanksi yang sebelumnya diteÂrapkan untuk memutus aliran pendapatan bagi Moskow guna membiayai perang di Ukraina.
Pasokan tambahan ini diniÂlai dapat membantu meredaÂkan ketatnya pasokan di pasar bahan bakar global, sekaligus mengurangi kekhawatiran paÂsokan yang belakangan ini tuÂrut menopang harga minyak mentah.
Namun, lanjutnya, terdapat keraguan besar terÂkait âgencatan senjata energiâ antara Rusia dan Ukraina terÂsebut, terutama mengingat adanya laporan bahwa Rusia telah menyerang infrastruktur energi Ukraina pasca Trump mengumumkan kesepakatan itu
- dollar AS
- Kurs Rupiah
- The Fed
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Kacau Lagi di Asian Games 2026, Bus Tim Pakistan Salah Antar ke Venue Pertandingan
-
Wajib Halal Mulai Berlaku, Pemerintah Bidik Industri Dalam Negeri Makin Kompetitif
-
Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen demi Kejar Kemandirian Fiskal
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.