Flores Usai Luluh Lantak Akibat Gempa, Pariwisata Bisa Jadi Alternatif Pemulihan
Rabu, 14 Okt 2026, 00:34 WIBJAKARTA â Suka duka telah dialami warga Flores usai gempa. Berbagai cara harus dilakukan untuk memulihkan keadaan. Pariwisata dinilai bisa menjadi opsi pemulihan. Untuk itu, pengembangan pariwisata Flores mesti diprioritaskan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata bisa membantu pemulihan perekonomian warga Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi pada Agustus 2026.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, dia menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara perjalanan wisata seperti "Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores" dapat menghadirkan peluang-peluang ekonomi bagi warga Pulau Flores. "Melalui 'Camino de Flores', kunjungan wisatawan diharapkan terdistribusi lebih merata ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores," katanya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan "Camino de Flores" menghubungkan situs religi, desa wisata, bentang alam, dan acara-acara keagamaan di Pulau Flores, yang selama ini antara lain dikenal sebagai tujuan ziarah serta tempat pelaksanaan Semana Santa dan Festival Golokoe.
Kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi daerah tujuan wisata, tradisi dan budaya daerah, serta produk-produk lokal unggulan, yang selanjutnya dapat mendatang manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menetapkan kegiatan "Camino de Flores" pada 23â27 Oktober 2026 sebagai Proyek Percontohan Etape Tengah.
Kurang lebih 70 peserta dari komunitas karitatif akan menyusuri rute BajawaâBoawaeâEnde sejauh sekitar 70 kilometer dalam kegiatan yang memadukan perjalanan spiritual, budaya, dan sejarah itu.
Kegiatan itu nantinya akan diikuti dengan proyek percontohan pelaksanaan "Camino de Flores" Etape Barat (Labuan Bajo-Ruteng), Etape Timur (Maumere-Larantuka), dan seluruh etape.
Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek percontohan ditujukan untuk mempromosikan kegiatan sekaligus mengukur kesiapan teknis, operasional, dan kelembagaan serta tingkat partisipasi pihak-pihak terkait di daerah tujuan.
"Evaluasi dari operasional pilot project ini akan menghasilkan peta rute final, standar kelayakan, dan profil risiko yang menjadi landasan pengembangan 'Camino de Flores' menjadi paket wisata yang berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, program itu selanjutnya akan diperkenalkan kepada mitra pelaku usaha sebagai pilihan paket layanan perjalanan wisata spiritual yang dapat dipasarkan oleh agen perjalanan dan tur operator.
Kementerian Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF juga menyusun dokumen penilaian risiko dan rencana tanggap darurat berkenaan dengan pelaksanaan "Camino de Flores."
"Kami memastikan kesiapan infrastruktur keselamatan dan keamanan, mulai dari penyiagaan road marshal, pos kesehatan, water station mobile, hingga mitigasi cuaca dan elevasi rute yang menantang," kata Menteri Pariwisata.
Selain itu, Kementerian Pariwisata mendorong penerapan tata kelola kegiatan lintas wilayah yang melibatkan Kementerian Pariwisata; BPOLBF; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur; Pemerintah Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende; keuskupan se-Flores; serta komunitas lokal.
Inisiator Camino de Flores Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa penyelenggaraan "Camino de Flores" terinspirasi dari "Camino de Santiago de Compostela", jalur ziarah umat Katolik terkenal di Spanyol.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 itu mengatakan, "Camino de Flores" menghubungkan berbagai daya tarik wisata di daratan Flores, termasuk situs religi, desa wisata, bentang alam, serta acara dan ritual budaya.
Kegiatan itu memungkinkan wisatawan mengenal kehidupan masyarakat Flores, termasuk spiritualitas, tradisi, budaya, dan kekayaan kuliner mereka.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa "Camino de Flores" akan memperkuat tarik wisata Flores, yang selanjutnya bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke wilayah Flores.
Peningkatan kunjungan wisatawan akan menghadirkan lebih banyak peluang ekonomi bagi warga setempat, memungkinkan mereka meningkatkan pendapatan dengan menawarkan layanan akomodasi, jasa, dan produk lokal kepada wisatawan.Â
- Agenda Pariwisata
- gempa Flores
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Tak Ada Kata Libur, Disdukcapil Palangka Raya Datangi Rumah Lansia Sakit Demi KTP-el
-
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pekerja PLN Sumbang 25 Rumah Untuk Korban Bencana di Flores
-
Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Berpotensi Tambah Medali dari PUBG Mobile hingga BMX Racing
-
BNI Dorong Pembiayaan Rumah Subsidi Lewat KPP, Developer Rasakan Manfaatnya.
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.