Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bikin Boncos Negara, Danantara Bakal Tutup 750 BUMN Hingga Akhir Tahun Ini

27 Selasa, 27 Okt 2026, 13:58 WIB | Oleh:
Bikin Boncos Negara, Danantara Bakal Tutup 750 BUMN Hingga Akhir Tahun Ini Bikin Boncos Negara, Danantara Bakal Tutup 750 BUMN Hingga Akhir Tahun Ini Doc: ANTARA
Ket. Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

JAKARTA - Pemerintah akan menutup 750 perusahaan dari total 1.074 perusahaan BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia hingga akhir tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan penutupan besar-besaran BUMN tersebut dilakukan melalui skema konsolidasi, merger, divestasi, hingga likuidasi perusahaan.

"Harapannya di akhir tahun ini kita akan tutup paling tidak 750 perusahaan di bawah Danantara Indonesia, melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, Senin (26/10), seperti dikutip Media Indonesia.

Sebelumnya, dari total 1.074 BUMN, sebanyak 384 perusahaan berskala kecil dan merugi telah ditutup dalam kurun waktu 18 bulan.

Pada tahap akhir, jumlahnya akan menjadi 250 perusahaan. Saat ini jumlahnya ditargetkan kurang dari 200 perusahaan.

Dony mengatakan Danantara terus memperbaiki tata kelola BUMN. Pihaknya telah melakukan penurunan aset (impairment) sekitar Rp135 triliun dalam 16 hingga 18 bulan terakhir untuk membersihkan pembukuan perusahaan BUMN.

Dengan pembukuan yang bersih, kata Dony, tahun ini Danantara menargetkan laba bersih Rp360 triliun atau lebih dari US$20 miliar.

"Tahun ini kita akan membukukan keuntungan, plan kita adalah Rp360 triliun. Keuntungan yang benar. Sekarang perusahaan-perusahaan kita di-manage dengan tata kelola yang baik," katanya.

Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu menegaskan komitmennya untuk menjaga kekayaan negara dengan memangkas jumlah BUMN agar perusahaan negara dapat bekerja lebih efisien.

“BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari overhead: Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja,” kata Prabowo kepada sejumlah pemimpin redaksi di Hambalang, sebagaimana disiarkan Badan Komunikasi RI di Jakarta, Rabu (16/9).

Presiden saat itu mengatakan, hingga akhir tahun 2026 ia menargetkan bisa menutup 750 BUMN. Artinya, ada sekitar 400 BUMN yang dalam proses ditutup. Jika 750 BUMN itu rampung ditutup, Presiden berharap anggaran negara yang dihemat mencapai Rp100 triliun.

“Uang itu banyak di Indonesia, (tetapi, red.) yang menikmati hanya segelintir orang yang berani juga, berani maling,” ujar Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
BGN Mulai Uji Coba MBG Pras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.