Balita 11 Bulan Meninggal Dianiaya Ayah, Polisi Ungkap Motif Cemburu.
📅 Senin, 05 Okt 2026, 11:28 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPolisi mengungkap motif sementara kasus penganiayaan seorang balita berinisial REA (11 bulan) hingga meninggal dunia oleh ayahnya sendiri di Kampung Lio, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur karena dipicu pelampiasan atas rasa cemburu terhadap sang istri.
"Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu istrinya chat-chat dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Penganiayaan tersebut berdasarkan keterangan pelaku hanya terjadi pada Kamis (1/10).
Pelaku RPP (29) mengaku membenturkan bagian belakang kepala korban ke dinding sebanyak tiga kali.
"Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya. Kepala bagian belakang korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan bagian punggung dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal," jelas Made.
Peristiwa tersebut terungkap setelah pelaku datang sambil menggendong korban kepada seorang saksi sekitar pukul 18.15 WIB.
Saat itu, pelaku dalam kondisi menangis dan meminta bantuan agar korban dibawa ke rumah sakit.
"Pada waktu kejadian sang ibu (inisial M, usia 23 tahun) sedang kerja, di kontrakannya hanya pelaku dan anak (korban). Itu ayah kandung ya, bukan ayah tiri," ujar Made.
Melihat kondisi korban, saksi langsung menanyakan kondisi korban. Pelaku menjawab korban sakit karena muntah-muntah.
"Tetapi sewaktu di cek oleh saksi, wajah korban penuh dengan luka lebam. Saksi kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini?' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin, jawaban pelaku berbelit-belit. Kemudian saksi melapor ke ibu RT 011," ucap Made.
Sementara itu, ibu kandung korban yang saat kejadian sedang bekerja baru mengetahui kondisi anaknya setelah pulang sekitar pukul 19.15 WIB.
Setibanya di rumah, ibu korban melihat anaknya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan wajah lebam.
Sang ibu kemudian menanyakan kondisi korban kepada pelaku. Pelaku kembali memberikan keterangan bahwa korban tertimpa kipas angin.
"Menurut sang ibu, kalau luka di wajah korban sudah ada dua hari yang lalu dan pelaku selalu berbelit-belit kalau ditanya mengenai masalah korban," kata Made.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!