Mancini Tegaskan Tim Nasional Italia Harus Putus dengan Masa Lalu
Rabu, 23 Sep 2026, 00:10 WIBROMA â Roberto Mancini menegaskan tim nasonal Italia harus segera berbenah dan tidak lagi terjebak dalam kegagalan masa lalu. Saat memimpin pemusatan latihan Gli Azzurri, Selasa (22/9), Mancini meminta perkembangan cepat sekaligus membela keputusan melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuad.
Mancini kembali duduk di bangku cadangan Italia setelah periode penuh gejolak di tubuh federasi sepak bola negeri tersebut. Ia kini menghadapi sejumlah pertandingan UEFA Nations League melawan Belgia, Turki, dan Prancis.
Pelatih berusia 61 tahun itu memberikan kesempatan debut kepada sembilan pemain, sementara sejumlah pemain berpengalaman yang selama ini menjadi langganan tim nasional tidak dipanggil.
Mancini menilai langkah tersebut diperlukan untuk membangun fondasi tim dalam jangka panjang. "Kalau saya memanggil semua pemain berpengalaman, Anda pasti akan mengatakan, 'pemainnya itu-itu saja'," kata Mancini.
"Sudah seharusnya kami mengenal pemain-pemain muda untuk membangun tim yang kuat di masa depan. Kami membutuhkan lebih banyak pemain dari biasanya karena kami memiliki empat pertandingan dan ingin melihat mereka bermain di lapangan."
Mancini menyadari proses membangun kembali Italia membutuhkan waktu. Namun, ia menegaskan tim tidak boleh berlama-lama mencari formula terbaik.
"Kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi kami harus cepat memahami para pemain yang kami miliki dan mengetahui apa yang bisa mereka berikan untuk masa depan," ujarnya.
Italia masih dibayangi kekecewaan atas kegagalan di masa lalu, termasuk kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun tahun ini.
Mancini memahami kemarahan suporter. Namun, ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada tim nasional untuk memulai lembaran baru.
"Masa lalu sudah tidak penting lagi," katanya. "Ketika seorang suporter merasa dikhianati, dia berhak kecewa dan kita harus menerimanya. Kami harus melakukan semuanya dengan baik dan membawa tim nasional ke tempat yang seharusnya. Dengan begitu, semuanya akan kembali tenang."
Kembalinya Mancini ke kursi pelatih terjadi setelah musim panas yang penuh gejolak di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Mancini mengambil alih tim setelah kepergian Gennaro Gattuso. Upaya singkat untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih juga berakhir tanpa hasil setelah muncul penolakan keras terkait hubungan komersial Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan asal Russia.
Situasi tersebut turut menjadi ujian awal bagi presiden baru FIGC, Giovanni Malagò.
Namun, Mancini menegaskan dirinya tidak merasa berada di bawah tekanan menjelang pertandingan pembuka melawan Belgia di Roma, Jumat (25/9).
"Presiden tenang, jadi kami harus memikirkan pekerjaan kami, bekerja dengan baik dan memenangkan pertandingan pertama melawan Belgia, yang tentu tidak akan mudah," kata Mancini. "Kami harus fokus pada tugas kami."
FIGC juga mengonfirmasi perubahan dalam skuad Italia. Bek Inter Milan, Federico Dimarco, harus meninggalkan pemusatan latihan karena mengalami cedera.
Posisinya kemudian digantikan pemain Aston Villa, Matteo Ruggeri. Sebelumnya, Italia juga telah kehilangan gelandang AS Roma, Bryan Cristante, yang digantikan pemain Como, Samuele Ricci.
Dengan perombakan besar tersebut, Mancini kini menghadapi tugas untuk menemukan kombinasi terbaik dalam waktu singkat sekaligus membangun kembali kepercayaan terhadap tim nasional Italia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Gubernur Sulteng Instruksikan Langkah Darurat Usai Gempa di Palu
-
Tokoh NU Sebut Reformasi Polri Masih Panjang, Visi PRESISI Dinilai Jadi Fondasi Transformasi
-
Rekor Hadiah US Open Belum Puaskan Pemain, Bagi Hasil Jadi Perdebatan
-
Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan
-
Satu Rumah di Bangka Tengah Terkena Dampak Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.