Stasiun Lempuyangan Bersiap Naik Kelas, Ekonomi Yogyakarta Bisa Ikut Terdorong

Rabu, 23 Sep 2026, 00:11 WIB

YOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melakukan penataan dan perluasan kawasan Stasiun Lempuyangan guna meningkatkan konektivitas antarmoda, keamanan, serta kenyamanan pelayanan penumpang.

​Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Selasa, mengatakan Stasiun Lempuyangan terus mengalami peningkatan volume penumpang dari tahun ke tahun.

Ket. Foto: Kondisi penumpang di Stasiun Lempuyangan wilayah Daop 6 Yogyakarta. — Sumber: Antara foto/HO Daop 6 Yogyakarta

​"Pada 2024, Stasiun Lempuyangan melayani total 5.392.700 penumpang dan bertumbuh 4 persen menjadi 5.605.414 penumpang pada tahun 2025," kata Feni dalam keterangan tertulisnya.

​Ia mengatakan rata-rata volume penumpang Kereta Api (KA) Jarak Jauh yang naik dan turun di Stasiun Lempuyangan mencapai 12.586 penumpang per hari, sedangkan untuk KRL Commuter Line relasi Yogyakarta-Palur mencapai sekitar 4.500 penumpang per hari.

Selain pelayanan penumpang, stasiun tersebut juga melayani angkutan barang.

​Sebagai langkah awal pengembangan kawasan, KAI Daop 6 melakukan penataan di sisi selatan stasiun. Salah satu fokus utama adalah pemisahan akses jalan khusus naik-turun penumpang dengan jalan umum.

"​Dalam proses penataan tersebut, KAI Daop 6 telah melakukan penertiban terhadap 13 rumah perusahaan di kawasan sekitar stasiun," katanya.

​Feni menegaskan bangunan-bangunan tersebut bukan merupakan Bangunan Warisan Budaya maupun Cagar Budaya, sebagaimana dikonfirmasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

​"Dari 13 rumah perusahaan tersebut, 11 bangunan telah dirobohkan, sementara dua rumah dipertahankan sesuai arahan dan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta," kata Feni.

​Ia memastikan seluruh proses penataan dan penertiban telah melalui prosedur serta koordinasi intensif dengan instansi dan pihak terkait.

​Penataan Stasiun Lempuyangan ini diarahkan untuk mendukung visi KAI dalam mengoptimalkan stasiun sebagai ruang publik (lifestyle hub) yang menghubungkan lokasi, masyarakat, dan komunitas (place-people-communities).

"​Ke depan, Stasiun Lempuyangan dikembangkan menjadi simpul integrasi antarmoda yang ideal guna mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal di Kota Yogyakarta dan sekitarnya," katanya.

  • lempuyangan
  • Stasiun Kereta

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.