Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
Selasa, 22 Sep 2026, 01:33 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta untuk membangun industri bioetanol nasional melalui kepastian lahan serta investasi berkelanjutan.
Amran mengatakan pengembangan industri bioetanol membutuhkan dukungan investasi dari berbagai pihak agar pembangunan fasilitas pengolahan energi berbasis pertanian dapat berjalan secara cepat dan terintegrasi.
"Itu swasta dan BUMN. BUMN kita upayakan, kita prioritaskan BUMN dulu. Kalau BUMN oke, sudah maksimal, bisa 30 persen, bisa 40 persen, bisa 50 persen. Pokoknya, berapa kemampuan BUMN, sesudah itu, swasta, dan swasta pasti antre," kata Mentan usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kepastian lahan merupakan faktor utama yang dapat menarik minat investor swasta karena memberikan jaminan bagi keberlangsungan pembangunan kawasan bioetanol nasional.
Dia pun menjelaskan pengalamannya di sektor pangan, yang sebelumnya menunjukkan investasi dapat berjalan lebih cepat apabila ketersediaan lahan dan dukungan pemerintah telah dipastikan sejak awal.
"Kami pengalaman dulu 10 pabrik gula kami bangun kurang lebih 3 tahun. Kenapa? Lahannya dikawal oleh negara. Jadi, ini spesial," ujar Amran.
Mentan menyebutkan sektor swasta memiliki peluang besar untuk terlibat karena pengembangan bioetanol memiliki prospek ekonomi seiring meningkatnya kebutuhan energi terbarukan.
Pembangunan industri bioetanol pun akan diarahkan untuk mengolah komoditas pertanian lokal menjadi energi sehingga menciptakan nilai tambah bagi sektor hulu dan hilir.
Selain itu, pemerintah juga akan mengawal aspek legalitas lahan sehingga proses investasi berjalan sesuai aturan sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang berpartisipasi.
Mentan optimistis kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta mampu mempercepat terbentuknya ekosistem industri bioetanol nasional.
Melalui investasi bersama tersebut, kata dia, pemerintah berharap industri bioetanol dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru berbasis sektor pertanian.
"Kita baru mau mulai konsolidasi hari ini. Ini adalah titik awal hari ini. Ya, doakan, mudah-mudahan bisa mulai tahun ini," ucap Amran.
Di sisi lain, dia mengatakan pengembangan bioetanol nasional juga berpotensi menghemat devisa hingga sekitar Rp500 triliun setiap tahun.
Penghematan devisa tersebut berasal dari pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan yang selama ini diproduksi negara lain, sehingga nilai ekonominya dapat berputar di dalam negeri.
Untuk itu, pemerintah mendorong pengembangan bioetanol berbasis tiga komoditas strategis pertanian, yakni tebu, singkong, dan jagung sebagai bahan baku utama energi.Â
- BUMN
- Pengembangan
- Bioetanol
- Kolaborasi Swasta
- Ekonomi Industri
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Sembahyang arwah leluhur di Tulungagung
-
Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur
-
Demo tatib pemilihan calon ketum PBNU Muktamar Jombang
-
Kapal Pelni Angkut 283 Ton Bantuan Tahap 2 untuk Korban Gempa NTT
-
Media Tiongkok Laporkan 16 Orang Tewas, 546 Hilang dalam Bencana Banjir Bandang di Tibet
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.