Ingin Taklukkan Pasar Eropa, BYD Berencana Bangun 4 Pabrik di Kawasan
Minggu, 20 Sep 2026, 15:15 WIBJAKARTA - Setelah menjadi produsen mobil terbesar di Tiongkok, BYD kini berupaya menaklukkan pasar luar negeri, salah satunya Eropa, yang menurut perusahaan akan membutuhkan empat pabrik sebagai bagian dari ekspansi besar di kawasan tersebut.Â
Langkah ini berpotensi mengubah persaingan industri otomotif Eropa dan memberikan tekanan kepada para produsen otomotif yang sudah lama beroperasi di kawasan tersebut.
Penasihat BYD untuk operasional Eropa sekaligus mantan eksekutif Fiat Chrysler, Alfredo Altavilla, yang dikutip laman Carscoops, Jumat (18/9) waktu setempat, mengungkapkan bahwa awal pekan ini BYD ingin membangun tiga pabrik perakitan kendaraan di Eropa, ditambah satu fasilitas yang khusus digunakan untuk merakit baterai kendaraan listrik (EV).
BYD baru saja menyelesaikan pembangunan pabrik di Szeged, Hungaria, dan telah memulai produksi percobaan. Altavilla mengatakan merek tersebut juga telah mulai berdiskusi dengan produsen mobil dan pemerintah di Spanyol, Prancis, serta Italia terkait lokasi pabrik lainnya.
BYD berpotensi mengakuisisi pabrik yang kurang dimanfaatkan daripada membangun fasilitas baru dari awal.
"Dalam jangka panjang, kami akan membutuhkan tiga pabrik perakitan dan satu pabrik baterai. Jelas, hal ini tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, jelas bahwa untuk mencapai target volume yang kami miliki, sekaligus mematuhi peraturan Eropa, itulah yang kami perlukan," ujar Altavilla.
Altavilla mengatakan BYD ingin menentukan lokasi fasilitas manufaktur kedua pada akhir tahun ini. Setelah itu, perusahaan akan memutuskan apakah akan memprioritaskan pembangunan pabrik manufaktur ketiga atau pabrik baterai lokal.
Pabrik BYD di Hungaria akan memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 kendaraan per tahun. Berdasarkan rencana saat ini, produksi skala besar akan dimulai pada November atau Desember.
Pada 2024, BYD mengumumkan rencana pembangunan pabrik di Manisa, Turki, yang mampu memproduksi 150.000 kendaraan per tahun.
Saat itu, perusahaan menargetkan produksi dimulai pada akhir 2026. Namun, pembangunan fasilitas tersebut kini ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Produsen mobil tersebut kini berfokus pada pasar luar negeri seiring penjualan di China mengalami penurunan. Tahun ini, penjualan BYD di pasar domestik turun 32,7 persen menjadi 1,505 juta unit.
Sebagai perbandingan, pengiriman kendaraan ke luar negeri justru melonjak dan BYD memperkirakan akan mengakhiri 2026 dengan penjualan antara 1,9 juta hingga 2,0 juta kendaraan di pasar internasional.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sekjen Asean Optimistis Negosiasi Kode Etik LTS Tahun Ini
-
Megawati dkk Menggila, Jakarta Pertamina Enduro Bungkam Phonska Plus di Final Four Proliga 2026
-
Madura United Luluh Lantak, Persita Tangerang Ngamuk 4 Gol, Rayco Rodriguez Jadi Mimpi Buruk
-
Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.
-
Batang Siagakan Reaksi Cepat Bencana, Kudus Kucurkan Bantuan Air Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.